Cerpen

Imam Ketiga

TAK ada jemaah yang keberatan ketika Sanusi ditunjuk oleh rapat takmir menjadi imam ketiga di Masjid Baitul Hakim.

Sanusi merasa bersalah dan berdosa karena kejadian tersebut. Ada semacam teguran tak kasat mata yang diterimanya dari bilik kealpaan dan keheningan. Seusai dua kalimat salam, dia duduk berbalik menghadap ke arah jemaah dengan wajah memerah dan menunduk menahan malu. Tapi segera saja dia dikejutkan oleh hal lain yang juga sangat tidak wajar. Sosok Kiai Sukri masih bersujud di hadapannya. Jemaah di sekitarnya yang juga terkejut tahu bahwa Kiai Sukri tidak mengikuti kedua salam imam. Dengan ragu, salah satu dari jemaah mendekati Kiai Sukri, menyentuhnya, dan tubuh sujud itu pun ambruk ke samping.

Jemaah Masjid Baitul Hakim menjadi gempar. Kesedihan segera merebak, terutama bagi Sanusi yang tak sanggup lagi berkata-kata. Beberapa tetes air matanya jatuh tak bersuara di atas sajadah.

Pengeras suara di masjid itu segera mengumandangkan pengumuman bahwa Kiai Sukri, imam utama Masjid Baitul Hakim, meninggal dunia ketika sedang melaksanakan salat Jumat. Segala keriuhan itu terdengar bagai lolongan sunyi di telinga Sanusi.
***

Gunawan Tri Atmodjo lahir di Solo pada 1 Mei 1982, alumnus Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS Surakarta program studi Sastra Indonesia. Memenangkan beberapa kali lomba penulisan sastra. Puisi dan cerpennya dipublikasikan di Horison, Jawa Pos, Media Indonesia, dll.

Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved