Rabu, 8 April 2026

Bencana di Tasikmalaya

Hujan Deras di Tasik Juga Nyaris Memakan Korban Dua Pemuda

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin, mengatakan, kedua korban mendapat perawatan di RSU Limbau, Ciawi.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Dedy Herdiana

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TASIKMALAYA, TRIBUN – Derasnya hujan di Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (18/12) sore, selain membuat jebolnya tanggul Sungai Cikidang, juga nyaris membuat hilangnya nyawa dua pemuda. Kedua pemuda itu lolos dari maut walau sempat terseret arus deras sebuah selokan, saat turun dari angkutan desa (angdes) di jalan raya Tasikmalaya- Bandung, kawasan Karangasem, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (18/12) menjelang magrib.

Dadan (18), salah seorang korban, bahkan sempat terseret masuk gorong-gorong sepanjang 23 meter. Namun nyawa Dadan masih bisa diselamatkan oleh warga sekitar. Sedangkan rekannya, Iwan (18), sempat diselamatkan Dadan dan hanya terseret beberapa meter saja. Kedua korban langsung dilarikan ke RSU Limbau, Ciawi.

Informasi yang dihimpun Tribun, Jumat (19/12), sore itu Dadan dan Iwan turun dari sebuah angdes, bermaksud pulang ke rumah kontrakannya di Karangasem. Keduanya adalah karyawan sebuah perusahaan kredit barang-barang elektronik dan mebel.

Mobil berhenti persis di tepi selokan berair deras. Keduanya langsung turun menginjak air karena mengira dangkal. Iwan yang turun lebih dulu langsung gelagapan nyaris tenggelam. Dadan yang sudah turun pun bernasib sama. Namun posisi Dadan lebih menguntungkan dan sempat berupaya menyelamatkan Iwan.

Ketika berhasil meraih tangan Iwan dan menyelamatkannya ke tepian, tubuh Dadan malah terseret arus deras selokan. Tak lama tubuh Dadan pun masuk gorong-gorong yang luber dengan air. Warga yang menyaksikan peristiwa itu berhamburan menuju ujung gorong-gorong.

“Warga sempat mencemaskan nasib Dadan. Bahkan ada yang mengira sudah meninggal kehabisan nafas. Tapi tak lama Dadan muncul dari ujung gorong-gorong yang dipenuhi air dan tampak masih bergerak-gerak berupaya menyelamatkan diri,” ungkap Dwi dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya. Warga akhirnya berhasil meraih tangan Dadan dan diselamatkan ke atas.

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin, mengatakan, kedua korban mendapat perawatan di RSU Limbau, Ciawi. Dadan yang kondisinya sudah membaik, malam itu juga diperbolehkan pulang. Sementara Iwan masih harus mendapat perawatan hingga Jumat pagi.

“Korban Iwan diduga banyak kemasukkan air, sehingga memerlukan perawatan intensif dan menerima asupan oksigen,” kata Kundang. Sebelum dibawa ke RSU, warga sempat membalikkan tubuh Iwan dengan posisi kaki di atas untuk mengeluarkan air dari dalam tubuhnya. Diduga korban tak bisa berenang sehingga gelapagan dan kemasukkan air saat tercebut ke sekolan. (stf)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved