Longsor di Garut
Warga Telegong Kesulitan Sekolah
Camat Talegong, Nurodin, mengatakan selain kesulitan mengakses ke sekolah, warga juga sulit pergi ke pusat kecamatan, pasar dan puskesmas.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
GARUT, TRIBUN - Longsor yang menutup tiga titik jalan di Kecamatan Talegong menyulitkan warga untuk beraktivitas, terutama aktivitas pendidikan dan ekonomi, Rabu (17/12).
Camat Talegong, Nurodin, mengatakan longsor terjadi di Jalur Bandung-Garut di titik Kampung Datar Beledug, Desa Sukamulya. Dua titik lainnya terjadi di Kampung Ciwaru, di desa yang sama. Semua longsornya menimbun jalan.
"Warga di Desa Mekarmulya, Mekarwangi, Selaawi, Mekarmukti, dan Sukamulya, kesulitan mengakses ke pusat kecamatan dan pasar. Juga ke sekolah dan puskesmas," kata Nurodin, Rabu (17/12).
Sebelumnya diberitakan, banjir lumpur memperparah Jalur Bandung-Garut yang terputus akibat longsor di titik Kampung Datar Beledug, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, Selasa (16/12).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Dik Dik Hendrajaya, mengatakan banjir lumpur terjadi dan menutup jalan sepanjang 100 meter di Blok Ciwaru di Desa Sukamulya.
"Dampaknya memutus jalur ke wilayah Talegong sebelah barat. Penanganan secara manual masih dilakukan oleh masyarakat," kata Dik Dik.
Sebelumnya, tebing di pinggir jalan di Kampung Datar Beledug, Desa Sukamulya, longsor pada pukul 14.00. Longsor ini mengakibatkan jalan yang menghubungkan antara Pangalengan dengan Talegong terputus.
"Jalan tertutup material longsoran sepanjang 70 meter dengan ketebalan 70-100 centimeter. Sementara ini transportasi kembali terputus di sana," kata Dik Dik.
Upaya penormalan sampai malam harinya, kata Dik Dik, belum optimal mengingat hujan masih turun di lokasi kejadian. Selanjutnya, untuk penanganan lebih lanjut telah dikoordinasikan dengan Dinas Binamarga dan BPBD Jabar. (sam)