Aksi Buruh

Perusahaan Dituding Telah Mengintimidasi Buruh

Perusahaan juga siap membagikan 2 ribu lembar surat pengunduran diri kepada buruh yang ketahuan berunjuk rasa.

Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana

CIANJUR, TRIBUN - Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) PT Aurora World Cianjur, M Anjar Izzudin, menuding, perusahaan kerap mempengaruhi para buruh dengan berbagai cara agar tidak mengikuti unjuk rasa yang dilakukan serikat pekerja.

Menurutnya, hal itu dapat dibuktikan dengan pengaduan dan pengakuan buruh yang meminta pertolongan kepada KSPSI melalui sambungan telepon ketika berunjuk rasa kemarin. Itu mengapa sebelum aksi unjuk rasa dimulai, sejumlah kordinator KSPSI sempat melakukan penjemputan ke setiap sudutu perusahaan.

"Kami sudah buat perjanjian dengan kapolres, kata kapolres, jangan sampai kami menghalangi karyawan yang mau bekerja, tapi pada kenyataannya malah perusahan yang menghalangi karyawannya yang ingin memperjuangkan haknya dengan berunjuk rasa," ujar pria yang akrab disapa Jojo, Selasa (9/12).

Jojo menyebut, perusahaan terus melancarkan intimidasi kepada buruh yang ingin dan ikut aksi unjuk rasa. Mulai dari pemecatan sampai menahan gaji kepada buruh yang mengikuti aksi unjuk rasa yang dilakukan KSPSI.

Perusahaan pun sudah bersiap-siap akan membagikan 2 ribu lembar surat pengunduran diri kepada buruh yang ketahuan berunjuk rasa. Sudah ada 50 buruh PT Aurora Wolrd Cianjur yang diberhentikan secara sepihak karena mengikuti aksi unjuk rasa ketika menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) 2015.

"Kami akan memejahijaukan perusahaan yang sudah melakukan tindakan secara sewenang-wenang. Kami akan gugat ke pengadilan hubungan industrial mengenai pemecatan itu. Dan apabila perusahaan tidak menjalankan tuntutan kami, selesai aksi ini kami akan demo untuk mogok selama satu minggu. Lebih baik perusahaan bangkrut ketimbang tidak menjalankan hak karyawan," kata Jojo.

Sejumlah buruh di PT Aurora World Cianjur menggelar aksi unjuk rasa di halaman pabrik yang berada di Jalan Raya Bandung, Kecamatan Sukaluyu, Selasa (9/12). Berdasarkan pantauan Tribun, para buruh berdemo di halaman pabrik pembuat boneka.

Aparat kepolisian terpantau berjaga di lingkungan pabrik. Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indinesia (KSPSI) Kabupaten Cianjur, Asep Saeful Malik, hadir dalam aksi tersebut. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved