Kamis, 28 Mei 2026

Terobosan Kemensos RI

ATM Bisa Bicara Segera Dibangun di Indonesia

“Kami berharap semua titik yang sering digunakan penyandang disabilitas ada ATM Bicara. Tidak hanya di kota-kota besar saja tetapi juga di daerah."

Tayang:
Editor: Arief Permadi

TEMANGGUNG,TRIBUN - Tidak lama lagi para penyandang disabilitas di seluruh Indonesia akan mendapat kemudahan dalam mengakses informasi perbankan. Salah satunya adanya Talking Anjungan Tunai Mandiri (Talking ATM/ATM Bicara) yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan sejumlah bank di Indonesia.

Sebagai langkah awal, Kemensos dan pihak-pihak terkait menandatangani Piagam Kesepakatan Penyediaan Akses Penyandang Disabilitas Netra, tepat pada peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Pendopo Pengayoman, Komplek Pemda Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (3/12/2014).

“Sebuah langkah baru pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, mereka bisa mengakses kebutuhan informasi perbankan atau keuangan melalui bank maupun ATM khusus disabilitas yang akan segera diluncurkan,” kata Ditjen Rehabilitas Sosial Kemensos RI, Sumadi.

Sumadi menyebutkan, setidaknya ada empat bank yang telah bersedia menyediakan ATM tersebut, antara lain BNI, Bank Mandiri, BRI dan BCA. Rencananya, program ini akan mulai direalisasikan pada triwulan pertama tahun 2015 mendatang.

Dijelaskan, ide pengadaan ATM Biacara ini bermula dari keprihatinan bahwa para penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, masih mengalami hambatan ketika hendak mengakses informasi perbankan. Sebab, sejauh ini belum ada ATM yang menyediakan tombol dengan huruf/angka Braile dan mengeluarkan suara.

“Kebanyakan ATM yang ada tidak accesible bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka kesulitan saat ingin mengambil atau mengetahui jumlah uang simpanan mereka di bank dan sebagainya. Padahal mereka punya hak yang sama dengan masyarakat umum,” papar Sumadi.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong kepada instansi perbankan untuk memberikan kemudahan akses bagi mereka. Selain ATM, bank juga diharapkan menyediakan formulir dengan huruf Braile untuk memudahkan penyandang tunanetra ketika ingin membuka rekening di bank.

Direktur Rehabilitas Sosial dan Kecacatan Kemensos RI Nahar menambahkan, ATM Bicara akan direalisaikan secara bertahap pada tiga bulan pertama tahun depan. Pihaknya mendorong bank untuk memetakan titik lokasi pembangunan ATM tersebut.

“Kami berharap semua titik yang sering digunakan penyandang disabilitas ada ATM Bicara. Tidak hanya di kota-kota besar saja tetapi juga di daerah. Nah, kami mendorong bank-bank untuk memekan titik-titik tersebut,” ucap Nahar.

Selain kemudahan akses perbankan, Nahar juga mendorong kepada seluruh instansi, lembaga maupun kementerian di Indonesia untuk menyediakan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas sesuai bidang masing-masing.

“Misalnya, kami (Kemensos) tidak mungkin membangun jembatan, tangga ataupun jalan yang ramah disabilitas. Tentu, pembangunan fasilitas tersebut kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum. Nah, kami ingin mereka (kementerian) untuk memperhatikan hal itu,” tandas Nahar.

Sementara tu, Iwan Abdi, pimpinan wilayah BNI Region Semarang menyambut baik inisiasi dari Kemensos yang telah mendorong ketersediaan ATM Bicara bagi penyandang disabilitas. Iwan mengaku akan menyediakan ATM tersebut khusus BNI secara bertahap dalam tiga bulan ke depan di sejumlah titik.

“Harapan kami bisa menyediakan mesin ATM Bicara sebanyak-banyaknya, tetapi sementara kami sediakan bertahap, di titik lokasi yang dibutuhkan dulu,” ucap Iwan.

Dijelaskan, pada prinsipnya ATM Bicara sama dengan ATM pada umumnya, yang berbeda pada fitur-fiturnya. Antara lain pada tombol huruf/angka menggunakan huruf Braile, pada layar juga dilengkapi head set untuk mendengar suara perintah penggunakan mesin ATM. Sedangkan untuk kode pin, standar seperti pada umumnya. (kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved