Hijabers Community Bandung Wadah Silaturahmi Muslimah
HCB bukanlah sebuah kelompok eksklusif yang hanya ditujukan bagi para wanita di "kasta" tertentu saja
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Ferri Amiril Mukminin
KOMUNITAS yang satu ini bisa jadi menjadi komunitas yang berbeda dari yang lain. Pasalnya, latar belakang religius menjadi visi berdirinya komunitas yang semuanya terdiri dari kaum hawa ini di Kota Bandung. Hal ini bisa dilihat dari nama komunitas ini yaitu Hijabers Community Bandung (HCB).
Sebagai gambaran singkat, dari namanya saja bisa diketahui bahwa HCB merupakan komunitas yang semua anggotanya terdiri kaum wanita yang selalu menggunakan hijab (kerudung) tertutup. Namun tentunya bukan sembarang hijab yang mereka kenakan. Oleh sebagian besar anggotanya, hijab yang dipakai rata-rata sudah mendapatkan sentuhan mode sehingga terlihat lebih cantik dan modis. Sepintas kesan ekslusif memang terlihat dari para kaum hawa yang mengenakan hijab modis nan anggun ini, karena terkesan memberi sentuhan elegan dan eksklusif. Namun hal ini ditepis oleh para anggotanya dan sekaligus menegaskan bahwa HCB terbuka bagi siapa saja termasuk bagi mereka yang sehari-hari hanya mengenakan hijab biasa sekalipun.
Menurut Ketua HCB Kota Bandung, Sarah Hesty, HCB bukanlah sebuah kelompok eksklusif yang hanya ditujukan bagi para wanita di "kasta" tertentu saja. Menurut Sarah, HCB merupakan kelompok yang sangat terbuka bagi kaum wanita remaja dewasa mana saja yang memang tertarik untuk bergabung.
"Hanya memang segmentasinya kita lebih ke remaja dewasa ya, tapi kita bukan kelompok eksklusif, kita terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat," tutur Sarah kepada Tribun belum lama ini.
Sarah yang didampingi Humas HCB, Hanifa PS menerangkan bahwa HCB lahir pada 14 Februari 2011. Awalnya nama komunitas ini adalah Forum Annisa Bandung yang berarti sebagai wadah silahturahmi muslimah muda yang diawali dengan jumlah anggota komite sebanyak 12 kemudian bertambah 20 orang.
Forum ini terbentuk dari kebiasaan para anggotanya yang kerap menggelar acara pengajian rutin setiap minggu.
"Kemudian anggota komite ini berkembang dari 12, 20, 30 hingga 100 orang," ujarnya.
Forum Annisa Bandung pada awalnya memiliki visi dan misi untuk mengadakan pengajian rutin saja. Namun pada saat itu, sebuah komunitas hijab Jakarta, yaitu Hijabers Community Jakarta mengajak mereka bertemu.
"Karena dianggap memiliki visi dan misi yang sama maka kelompok kami pun didaulat menjadi Hijabers Community Bandung pada Maret 2011," tutur Sarah.
Kegiatan HCB sehari-hari, kata Sarah adalah mendalami ilmu agama, menjalin wadah silahturahmi, menonjolkan citra positif muslimah muda untuk kemudian menyempurnakan kewajiban.
"Sehingga kemudian berkembang visi misi HCB yang sekarang yaitu mengangkat citra positif hijab, mempersatukan semua kelompok / individu wanita. Hijab adalah wajib hukumnya, tapi perlu diingat bahwa HC bukan sekolah agama. Mensosialisasikan hijab sebagai kewajiban yang menyenangkan bagi seluruh muslimah dan merangkul semua yang sedang atau dalam proses berhijab," katanya.
Kegiatan HCB pun kemudian terus mengalami perkembangan pesat sehingga setiap pekan selalu saja ada kegiatan yang mereka lakoni terutama kegiatan amal atau charity.
"Banyak kegiatan amal yang sudah kami gelar. Biasanya kami menggandeng pihak ketiga sebagai sponsor untuk membantu anggaran kegiatan," ujarnya.(*)