Selasa, 14 April 2026

Bisnis Perhotelan di Cianjur

Lesunya Bisnis Perhotelan di Cianjur, Sebagian Hotel Dialihfungsikan

PEMERINTAH dan pengusaha juga harus bersama-sama membangun Kabupaten Cianjur.

Penulis: cis | Editor: Dicky Fadiar Djuhud

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku M Guci Syaifudin

CIANJUR, TRIBUN - Sejumlah hotel di Kabupaten Cianjur sudah mulai dipindahtangankan atau dialihfungsikan. Hal itu disebabkan bisnis perhotelan dan restoran di Kabupaten Cianjur terus melesu tiap tahunnya.

Dampak yang paling dikhawatirkan akibat melesunya bisnis perhotelan di Kabupaten Cianjur adalah adanya pengganda ekonomi. Di bidang ketenagakerjaan misalnya, bukan lagi penambahan pekerja melainkan pengurangan pekerja. Ada yang keluar tapi tidak ada yang mengganti.

"Kedepan yang akan dilakukan (pengusaha hotel dan restoran. Red) adalah adanya segementasi baru dan berusaha lebih keras lagi. Misalnya ke korporasi atau individual," ujar Ketua PHRI Kabupaten Cianjur, Satyawan Hambari, Minggu (30/11).

Satyawan pun menambahkan, pemerintah dan pengusaha juga harus bersama-sama membangun Kabupaten Cianjur. Karena tidak mungkin aksesibilitas dan regulasi dibuat pihak swasta. Adapun regulasi itu terutama mengatur perizinan vila-vila yang dikomersilkan oknum-oknum yang tifdak bertanggungjawab.

"Banyak sekali yang bisa dilakukan, tapi sampai saat ini memang tidak ada sampai akhirnya kami terpuruk sendiri," kata Satyawan.

Pelaksanaan surat edaran menteri mengenai larangan pelaksanaan kegiatan di hotel pada 1 Desember 2014 menjadi salah satu penyebab semakin melesunya bisnis perhotelan. Pasalnya sebagian besar hotel di Kabupaten Cianjur mengandalkan 50-60 pemasukan dari kegiatan rapat pemerintah tingkat daerah sampai nasional.

Selain itu, usaha perhotelan di Kabupapten Cianjur sudah berulang kali dan sudah bertubi-tubi terkena dampak kenaikan listrik yang setiap bulan termasuk pajak. Belum lagi aksesibilitas menuju Kabupaten Cianjur dari arah Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Bandung kerap terjadi kemacetan pada jam tertentu.

Itu karena mulai banyaknya pabrik yang berdiri di pinggir jalan dari arah Kabupaten Sukabumi dan Bandung. Padahal 70 persen struktur ekonomi di Kabupaten Cianjur itu dari sektor pariwisata dan pertanian. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved