Cerpen Toni Lesmana

Kisah Lelaki Mulut Gang

HUJAN baru saja reda. Gang yang tadinya sunyi. Mulai gaduh. Para pejalan dan pengendara motor. Genangan air muncrat. Aku masih berdiri di mulut gang.

Aku semakin menempel ke tembok. Gemetaran sekujur tubuh. Mengerang. Dan peganganku lepas. Mataku lepas dari tubuhmu. Tubuhku turun dalam rerimbun. Dirubung semut. Dan jatuh dengan sedikit gaduh. Aku merangkak kembali ke mulut gang. Dan kembali bersandar pada tiang listrik. Di mulut gang. Setia menantimu dengan luka yang tak juga mengering. Dengan borok yang semakin liar. Dengan nanah yang terus menjalar. Tak hanya senja. Namun setiap saat. Aku menantimu di mulut gang. Sebab, aku tahu, gang ini akan segera lenyap. Begitu juga kau. Begitu juga aku.

***

Sukajadi, 2013

Toni Lesmana lahir di Sumedang. Menulis dalam bahasa Sunda dan bahasa Indonesia. Buku yang telah terbit, himpunan cerpen Jam Malam Kota Merah (Amper Media, 2012). Kini menetap di Ciamis, Jawa Barat.

Editor: Hermawan Aksan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved