Kereta Singa Barong
Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar Ritual Pencucian Kereta Singa Barong
RITUAL dilakukan di Kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon.
Penulis: roh | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah
CIREBON, TRIBUN - Kasultanan Kasepuhan Cirebon menggelar ritual pencucian Kereta Singa Barong, Kamis (30/10/2014). Ritual melibatkan para abdi dalem, dengan diawasi lurah keraton.
Ritual dilakukan di Kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon. Dua kereta terdiri dari kereta asli dan kereta duplikat dibersihkan dengan air dari tujuh sumur keraton dicampur dengan kembang tujuh rupa.
Sebelum pencucian dilakukan, para abdi dalem dan lurah keraton memanjatkan doa terlebih dulu. Mereka juga mendoakan para arsitek dan pembuat kereta kebesaran Kasultanan Kasepuhan Cirebon tersebut.
Lurah Keraton Kasepuhan, M Maskun mengatakan, pencucian Kereta Singa Barong rutin dilakukan setiap tahun. "Ini tradisi turun temurun. Biasa dilakukan setiap 5 Sura berdasarkan kalender Hijriyah," katanya seusai prosesi pencucian kereta.
Kereta Singa Barong dibuat pada 1549. Kereta tersebut merupakan kereta kebesaran yang digunakan Sultan Sepuh untuk acara-acara besar dan penting di keraton. (roh)
Apakah Kereta Singa Barong ini masih digunakan atau tidak sampai sekarang, selengkapnya bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Jumat (31/10/2014) besok. Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: tribunjabar dan facebook: baladtribun.