Pemilihan Kuwu di Cirebon
Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Usulkan Pemilihan Kuwu Digelar Serentak
PILWU serentak memiliki beberapa keuntungan, di antaranya mampu menghemat biaya dan menekan keributan dalam Pilwu.
Penulis: roh | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah
CIREBON, TRIBUN - Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi mengusulkan pemilihan kuwu atau kepala desa (Pilwu) di Kabupaten Cirebon digelar serentak. Usulan itu disampaikan bupati dalam Rapat Paripurna Hantaran Raperda tentang Pemdes dan BPD di DPRD Kabupaten Cirebon, Rabu (22/10/2014).
Dalam rapat paripurna, itu bupati memaparkan usulan di hadapan pimpinan sementara dan anggota DPRD agar Pilwu digelar secara serentak. Menurutnya, Pilwu serentak memiliki beberapa keuntungan, diantaranya mampu menghemat biaya dan menekan keributan dalam Pilwu.
Pada kesempatan itu, bupati juga menyampaikan biaya untuk Pilwu bersumber dari APBD Kabupaten Cirebon. Ia memperkirakan, untuk Pilwu akan memakan biaya sekitar Rp 8 miliar.
"Usulan ini tentu menimbulkan penapsiran berbeda. Agar tak menimbulkan masalah, kita bahas antara eksekutif dengan legislatif. Nanti akan keluar Perda," kata Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi kepada wartawan, seusai paripurna.
Sebelumnya, kata Sunjaya, keinginan Pilwu digelar serentak baru tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup). Namun kemudian dia berinisiasi mengusulkan kepada DPRD agar kemudian menjadi Perda.
Usulan tersebut, kata dia, diharapkan bisa disetujui DPRD. Dengan begitu, katanya, Perda bisa disahkan pada 2015. "Kami tak akan mendahuli sebelum ada persetujuan DPRD. Kita sama-sama bahas, dan semoga tak memakan waktu lama," katanya. (roh)
Alasan Bupati Cirebon Sunjaya P mengusulkan pemilihan Kuwu dilakukan secara serentak selengkapnya bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (23/10/2014). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: tribunjabar dan facebook: baladtribun.