Leisure
Nikmatnya Menyantap Timlo si Legendaris Kuliner Khas Solo
"Awalnya tempe direbus kemudian ditumbuk hingga halus. Baru dicampur dan diberi santan serta bumbu dan disiram ke nasi dan sayur."
Penulis: Isa Rian Fadilah | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Laisa Khoerun Nissa
DI kalangan para pencinta kuliner, Solo merupakan satu kota yang dianggap gudangnya kuliner lezat. Berbagai kuliner enak berseliweran di kota yang dialiri Bengawan Solo tersebut. Meski berada kurang dari 24 jam di Solo, Tribun Jabar menyempatkan untuk menikmati aneka kuliner Solo yang terkenal lezat itu.
Timlo misalnya. Bisa dikatakan, menu ini merupakan sajian andalan kota Solo karena memang hanya bisa ditemui di kota itu. Sajian ini memadukan beragam topping dengan kuah bening gurih hangat.
"Timlo merupakan sajian dari potongan sosis, ati, rempelo (ampela), dan telur pindang yang diberi kuah dari kaldu ayam," ujar Cipto, juru masak di Timlo Sastro di Solo, Rabu (15/10/2014).
Uniknya, meski menggunakan sosis, nyatanya sosis yang dimaksud bukanlah sosis kebanyakan yang berasal dari daging sapi, ikan atau ayam. Sosis ini merupakan sejenis telur dadar berisi potongan daging, yang digoreng layaknya pangsit.
Timlo biasa disajikan bersama sepiring nasi hangat dengan taburan bawang goreng diatasnya. Sajian ini memiliki cita rasa gurih dari kuah kaldu didalamnya dan termasuk mengenyangkan dengan banyaknya topping di dalamnya.
Menu khas Solo lainnya adalah tumpang koyor atau juga dikenal dengan nama sambel tumpang. Tumpang koyor sendiri merupakan sajian yang terdiri dari nasi putih yang ditumpangi aneka sayuran semisal bayam, taoge, kacang panjang dan kembang tuli yang disiram dengan kuah kental.
Kuah kental ini terbuat dari campuran santan dan tempe semangit (tempe yang mulai membusuk). Tempe dihaluskan dan dipadu bersama koyor atau urat cabai.
"Awalnya tempe direbus kemudian ditumbuk hingga halus. Baru dicampur dan diberi santan serta bumbu dan disiram ke nasi dan sayur," kata Mbak Endang, pemilik Warung Special Cakar Solo Baru Mbak Endang .
Seporsi tumpang koyor biasanya ditambahkan dengan tahu putih, telur dan krecek. Sambel tumpang ini sering juga dinikmati dengan bubur panas.
Selain itu, ada juga nasi liwet khas Solo yang juga populer. Berbeda dari nasi liwet ala Tanah Pasundan, nasi liwet Solo memiliki ciri utama disajikan bersama sayur waluh.
Proses pembuatan nasi liwetnya tak jauh berbeda dengan proses memasak nasi biasa. Beras dimasak dengan kaldu ayam sehingga menghasilkan rasa gurih dan aroma lezat.
Nasi liwet kemudian disajikan dengan sayur labu atau waluh yang dimasak sedikit pedas. Selain itu, ada juga tambahan telur pindang rebus, daging ayam suwir, serta kumut, yang merupakan kuah santal yang dikentalkan.
Seolah tak ada habisnya, Solo juga memiliki menu tengkleng, semacam gulai kambing dengan kuah tanpa santan. Isi tengkleng biasanya berupa tulang kambing bersama sate usus, sate jeroan, otak dan organ-organ lain seperti mata, teinga, kaki, pipi dan lain.
Ragam kuliner Solo lain yang juga bisa dinikmati adalah selat solo, gudeg ceker, nasi pecel, cubuk rambak, es dawet dan masih banyak lagi. Berbagai sajian lezat ala Solo ini umumnya dibanderol dengan harga terjangkau dan bisa ditemui di setiap sudut kota Solo. (isa)
Tentang kuliner legendaris khas Solo ini bisa dibaca pada edisi cetak Tribun Jabar, Minggu (19/10/2014). Ikuti pula berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: tribunjabar dan facebook: baladtribun.