Laga Delapan Besar LSI
Hasil Bagus di Leg Pertama, Bukan Berarti Persib Tanpa Kelemahan
Penyebab bobolnya gawang Persib selama leg pertama itu, akan jadi bahan evaluasi.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
BANDUNG,TRIBUN - "Evaluasi pasti ada saat nanti mulai kembali latihan karena bagaimanapun, hasil bagus di leg pertama ini bukan berarti kami tanpa kelemahan," ujar pelatih Persib Djadjang Nurdjaman kepada Tribun melalui ponselnya, Rabu (15/10/2014).
Banyak hal yang menjadi kelemahan Maung Bandung selama leg pertama fase 8 Liga Super Indonesia (LSI). Penyebab bobolnya gawang Persib selama leg pertama itu, akan jadi bahan evaluasi.
"Poin-poin evaluasi ini seperti konsentrasi dan komunikasi para pemain bertahan karena bagaimanapun, saya menilai kebobolan kemarin karena lemahnya komunikasi dan konsentrasi para pemain bertahan," ujarnya.
Selain itu, leg pertama fase 8 ini juga Persib kebanyakan membuang-buang peluang gol. Misalnya saja ketika melawan Pelita Bandung Raya dan Persebaya. Di laga itu, Persib menurutnya bisa mencetak lebih dari satu gol.
"Evaluasi lainnya salah satunya penyelesaian akhir karena selama putaran pertama ini banyak peluang gol tapi gagal," ujar Djanur, sapaan akrab Djadjang.
Selama tiga laga di leg pertama fase 8, Persib mengoleksi 5 gol. Satu gol dari Ahmad Jufriyanto kala melawan PBR. Makan Konate, Atep dan Ferdinand Sinaga mengoleksi masing-masing satu gol yang tercipta saat melawan Mitra Kukar dan satu gol lagi dari Makan Konate saat melawan Persebaya.
Adapun gol bunuh diri bek Persib Bandung Supardi Nasir di laga melawan Persebaya Surabaya membuyarkan kemenangan Persib di laga terakhir leg pertama, fase 8 LSI. Di laga itu, Persib sempat unggul 1-0 hingga babak kedua. Namun, gol bunuh diri Supardi menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hingga akhir laga.
Jika saja gol bunuh diri tidak terjadi, otomatis Persib bisa menyapu bersih tiga laga fase 8 dengan kemenangan.
Meski gagal menyapu bersih tiga laga dengan kemenengan penuh, pelatih Persib Djadjang Nurdjaman mengaku puas dengan raihan dua kali menang satu kali imbang dengan koleksi 7 poin.
"Ya cukup puas lah dengan hasil ini. Kami bisa dua kali menang dan satu kali imbang, cukup bagus. Rekor di tandang pun saya pikir itu bagus," kata Djadjang.
Meski begitu, Djanur sapaan akrabnya menilai bukan berarti dirinya tidak akan melakukan evaluasi jelang leg kedua fase 8.(men)
Berita lengkapnya baca Tribun Jabar edisi cetak Kamis (16/10/2014) besok. Follow akun twitter: @tribunjabar dan facebook: baladtribun untuk mendapatkan info terkini.