Laga Delapan Besar LSI
Persib "Maung" Bandung Tak Gentar di Kandang Mitra "Naga" Kukar
"Erick Weeks, Herman Dzumafo, dan Zulham Zamrun. Mereka cukup andal."
Penulis: Tarsisius Sutomonaio | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
BANDUNG, TRIBUN - Kami tetap berusaha mengejar tiga poin. Kata-kata bernada optimistis itu dilontarkan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, sebelum bertanding melawan Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Jumat (10/10/2014) malam.
Tak ada yang salah. Persib sedang melaju di jalur yang benar dengan memenangi lima laga berturut-turut, respons yang sangat baik selepas ditekuk Semen Padang. Terakhir, Persib sukses memulai fase delapan besar dengan mengemas tiga poin dari pertemuan kontra Pelita Bandung Raya (PBR).
Di Grup L, Pangeran Biru menguasai pucuk pimpinan klasemen sementara dengan mengumpulkan tiga poin. Persebaya Surabaya dan Mitra Kukar, yang bermain imbang pada pertemuan pertama, masing-masing hanya mengemas satu poin. PBR menduduki posisi paling buncit karena belum meraih poin.
Jika kembali sukses merebut tiga poin, Maung Bandung kokoh di puncak klasemen terlepas dari apa pun hasil pertandingan antara Persebaya dan PBR yang berlangsung pada hari yang sama. Memang itu bukan misi yang mudah.
Persib memiliki catatan kurang bagus tiap bertanding lawan Mitra Kukar, terutama selama dua musim terakhir. Head to head dari lima partai terakhir menunjukkan, Mitra Kukar masih unggul dengan catatan dua kali menang, sedangkan Persib hanya sekali mengalahkan Mitra Kukar.
Dua pertandingan lainnya berakhir dengan skor imbang, termasuk skor 1-1 di ajang Inter Island Cup (IIC) di markas Mitra Kukar pada awal tahun ini. Berbagi masing-masing satu poin di laga terakhir itu sekaligus menjadi prestasi terbaik Pangeran Biru di kandang Mitra Kukar.
Dalam dua partai sebelumnya, Persib diempas dengan telak skor 3-0 dan 4-2. Toh, Djanur, sapaaan Djadjang, selalu menomorduakan catatan statistik. Ia membuktikan hal itu di ujung fase penyisihan seusai mengalahkan Sriwijaya di Palembang, mematahkan mitos tak pernah menang Persib di Palembang.
Selain itu, sepekan sebelum babak delapan besar digelar, Djanur membawa Firman Utina dan kawan-kawan untuk mengikuti pemusatan latihan di Subang, daerah yang cuacanya mirip cuaca Tenggarong, lokasi Stadion Aji Imbut berdiri. Karena itu, cuaca bukan kendala, apalagi berlaga malam.
Karena alasan-alasan itu, terasa wajar Djanur menargetkan kemenangan dari Si Naga Mekes di Tenggarong. Arsitek Persib itu tidak mencemaskan skuatnya yang belum diperkuat M Ridwan yang sedang melaksanakan ibadah haji dan Hariono yang sedang mempersiapkan pernikahannya pada 12 Oktober ini.
"Tanpa Hariono, tidak terlalu berpengaruh, tetapi perubahan pasti ada," ujar Djanur di Mes Persib, Rabu (8/10). Perubahan itu kemungkinan besar terjadi di lini tengah, agar ada pemain yang mengisi posisi Hariono untuk menemani M Taufiq.
Secara keseluruhan, Djanur memprediksi pertarungan kedua tim berlangsung seru, apalagi Mitra Kukar memiliki modal mental bagus setelah menahan imbang Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Ia menilai Si Naga Mekes dihuni banyak pemain dengan kualitas individu sangat baik.
"Erick Weeks, Herman Dzumafo, dan Zulham Zamrun. Mereka cukup andal," kata Djanur.
Di kubu lain, arsitek Mitra Kukar, Stefan Hansson, tak kalah optimistis untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri. "Persib tim bagus, tapi kami yakin bisa menang karena kami lebih baik," katanya.
Hansson mengklaim kondisi timnya sedang bagus meskipun pasti memainkan Zulkifli Syukur yang absen saat melawan Persebaya. Namun, ia pun mengakui ketiadaan Hariono tak mengurangi kekuatan Persib. Menurut Hansson, Persib masih memiliki pengganti sepadan untuk Hariono. (tom)
Baca selengkapnya berita ini di Tribun Jabar edisi cetak Jumat (10/10/2014), juga simak di twitter: @tribunjabar dan facebook: baladtribun.