Rabu, 8 April 2026

504 Kios di Pasar Andir Bayongbong Garut Luluh Lantak

Sebanyak 504 kios di Pasar Andir Bayongbong Garut luluh lantak akibat kebakaran yang terjadi Rabu (17/9) petang

GARUT, TRIBUN - Sebanyak 504 kios di Pasar Andir Bayongbong Garut luluh lantak akibat kebakaran yang terjadi Rabu (17/9) petang dan baru berhasil dipadamkan pada Kamis (18/9) dini hari. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 25 miliar.

Kepala Bagian Informatika pada Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Basuki Eko, mengatakan berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, dari 545 kios di pasar tersebut, hanya 41 kios yang dapat diselamatkan. Sedangkan, sisanya sebanyak 504 kios rusak terbakar.

"Penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Kerugian yang diderita berupa kerugian bangunan dan barang dagangan. Dugaan nilai kerugian mencapai Rp 25 miliar," kata Eko, Kamis (18/9).

Dengan 3 kendaraan pemadam kebakaran dari UPTD Pemadam Kebakaran Garut dan 1 unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung, api dapat dipadamkan pukul 01.30. Polres Garut masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Pasar Andir di Kecamatan Bayongbong terbakar, Rabu (17/9). Warga dan para pemilik kios di salah satu pasar terbesar di Kabupaten Garut tersebut panik dan berusaha menyelamatkan barang dagangannya semalaman.

Seorang pedagang di pasar tersebut, Hurrohim (46), mengatakan mendengar kabar mengenai kebakaran sekitar pukul 18.30. Dia dan para pemilik kios yang baru menutup kiosnya sebelum magrib pun kembali mendatangi pasar dan mengevakuasi seluruh barang dagangannya.

"Kami bingung kenapa penanganan kebakaran sangat lambat. Awalnya masih kecil di satu toko kelontong, kemudian merambat, membesar, sekarang puluhan jongko hangus," kata pemilik toko kelontong tersebut, Rabu (17/9) malam.

Hal serupa dikatakan Yusi (30), pedagang yang kiosnya terbakar. Dia mengatakan api sudah membesar saat azan isya berkumandang. Dia pun hanya bisa menyelamatkan sedikit barang dagangannya.

"Entah bagaimana kabar kebakaran ini sangat terlambat sampainya," kata Yusi yang sibuk mengamankan sisa barang dagangannya yang dapat diselamatkan.

Sampai pukul 23.00, warga masih berusaha memadamkan api dan menyelamatkan barang dagangannya. Empat kendaraan pemadam kebakaran mondar-mandir antara lokasi kejadian untuk memadamkan api dan Sungai Cimanuk untuk mengisi tangki air, yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Menjelang tengah malam, api semakin membesar akibat kencangnya hembusan angin. Api pun terus merambat ke kios-kios lainnya.

Dalam kepanikan pada pukul 22.00, warga menyoraki mobil pemadam kebakaran yang datang dari arah Jalan Bayongbong. Warga marah dan membentak-bentak petugas di mobil ambulans dan pemadam kebakaran. Padahal sebelumnya, pemadam kebakaran telah memadamkan api dari arah Jalan Andir.

Malam itu, kaum ibu bertakbir sambil menangis setelah mendengar beberapa kali suara ledakan dari lokasi dan melihat lidah api membesar dan meninggi. Warga yang belum bisa mengangkut barang dagangannya menyelamatkan barang dagangan di emperan toko-toko sekitar pasar. Beberapa pemilik toko di seberang pasar yang terbakar berbaik hati mempersilakan pedagang menyimpan barangnya di dalam toko.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Dik Dik Hendrajaya, mengatakan selain pemadam kebakaran dan instansi pemerintahan, personil Polres Garut dan Kodim 0611 Garut turun untuk membantu memadamkan api dan mengamankan lokasi.

Upaya pemadaman api terhambat oleh banyaknya warga yang mengerumuni lokasi kejadian untuk menyelamatkan barang dagangan atau hanya menonton. Parkir kendaraan warga dan jalan yang disesaki warga yang ingin menonton menghambat laju kendaraan pemadam. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved