Liga Super Indonesia

Laga PBR Lawan Persita Rawan Suap

PBR harus menang lawan Persita agar lolos ke 8 besar karena hanya butuh tambahan 3 poin lagi.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dicky Fadiar Djuhud

BANDUNG,TRIBUN  -  Laga terakhir Pelita Bandung Raya melawan Persita Tangerang, Jumat (5/9/2014) di Stadion Singaperbangsa rawan suap. Pasalnya, posisi Persita menjadi penentu lolosnya dua tim, PBR dan Persija Jakarta.

PBR harus menang lawan Persita agar lolos ke 8 besar karena hanya butuh tambahan 3 poin lagi. Sementara Persija harus mengakhiri laga melawan Barito Putera dengan kemenangan agar lolos 8 besar dan berharap Persita bisa mengalahkan PBR.

Di tengah posisi Persita yang terdegradasi dan terkendala masalah finansial, laga Persita lawan PBR tersebut menjadi rawan suap dan hal-hal non teknis lainnya. Karenanya, Manajer PBR, Rawindra Ditya berharap laga tersebut disiarkan secara langsung oleh TV nasional.

"Kami berharap itu disiarkan secara live menghindari isu tidak sedap "main mata" atau suap dari pihak-pihak luar. Kalau live, semua orang bisa menilai dan bisa mengoreksi," kata Rawindra melalui ponselnya, Selasa (2/9).

Untuk menjamin jalannya laga agar tidak dibumbui hal-hal non teknis, ia berharap PT Liga Indonesia mengirimkan tim pemantau ke pertandingan PBR vs Persita nanti.

"Isu "main mata" sudah terdengar saat lawan Sriwijaya lalu. Dan itu tidak terbukti. Kami tim yang jujur dan menghindari itu. Kami juga sangat setuju kalau memang PSSI menurunkan tim pemantau di laga kami lawan Persita nanti," kata Windra.

Tidak hanya itu, Windra juga meminta PSSI untuk mengutus perangkat pertandingan (wasit,red) yang terbaik karena duel The Boys Are Back kontra Pendekar Cisadane merupakan laga krusial untuk memastikan PBR ke babak 8 besar kompetisi LSI.

"PSSI dan PT LI harus mengutus wasit yang terbaik karena ini pertandingan krusial," ujarnya. (men)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved