Buku Pilihan

Cerita-cerita Ringan Pak Beye dan Istananya

BUKU ini berisi cerita-cerita seputar Pak Beye dan istananya yang tampak remeh-temeh, tapi sebenarnya menyiratkan persoalan negeri ini.

Cerita-cerita Ringan Pak Beye dan Istananya

Judul Buku: Istana Bla Bla Bla
Penulis: Wisnu Nugroho
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, Juli 2014
Tebal: 270 Halaman
Harga: Rp 58.000

TENTU tidak mudah menulis tentang kegiatan sehari-hari seorang presiden di luar tugasnya sebagai kepala negara serta kejadian-kejadian ringan lain di Istana. Hanya segelintir orang yang bisa melakukannya. Satu di antaranya adalah wartawan yang bertugas meliput Istana.

Wisnu Nugroho adalah wartawan harian Kompas yang pernah bertugas meliput Istana. Dari kegiatannya itu, selain menulis berita untuk surat kabarnya, ia menghasilkan sejumlah tulisan yang kemudian menjadi buku, yaitu Pak Beye dan Keluarganya, Pak Beye dan Politiknya, Pak Beye dan Kerabatnya, Pak Beye dan Istananya, dan Pak Kalla dan Presidennya. Dengan demikian, Istana Bla Bla Bla adalah bukunya yang keenam tentang seputar SBY.

Buku ini berisi cerita-cerita seputar Pak Beye dan istananya yang tampak remeh-temeh, tapi sebenarnya menyiratkan persoalan negeri ini. Misalnya soal septic tank istana yang meluap akibat terlalu seringnya diadakan rapat.

Lalu soal sepatu para pejabat yang bermerk luar, padahal mereka menggembar-gemborkan cinta produk dalam negeri. Penulis juga mencermati gelar akademis Pak Beye yang enam dari tujuh gelarnya berasal dari luar negeri.

"Tidak ada yang meragukan, banyak hal penting terjadi selama dua periode pemerintahan Pak Beye (2004-2014). Untuk menjaga agar hal-hal penting itu tetap terlihat penting, buku ini mengetengahkan catatan hal tidak penting yang terjadi selama dua periode," tulis Wisnu di kata pengantarnya.

Boleh saja Wisnu menyebut tidak penting isi buku ini. Namun justru hal remeh-temeh ini menjadi penting. Setidaknya, pembaca bisa mengetahui sisi-sisi manusiawi dari orang-orang yang tinggal di Istana, tidak hanya Pak Beye, tapi juga Bu Ani, Wakil Presiden, para menteri, dan lain-lain.

Buku terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, yang dikelompokkan dengan judul "Bla", berisi tulisan-tulisan "Suara Orang Berpesta", "Communicator Jebol", "Indonesia Bukan Cuma Jakarta!", "Lapor ke Jokowi", "Yali, Hupia, Kimial, dan Momina #Yakuhimo", "Sembilan Tahun, Tujuh Gelar", "Tidak Pernah Absen", "@SBYudhoyono: 27.3.2013 #sembilan", "Kesamaan Mbah Surip dan Yenny Wahid", "Muhammad Yunus di Istana", dan "Presiden Normal Indonesia".

Bagian kedua, "Bla Bla", berisi "Pejabat Patah Hati", "Edisi Terakhir Volvo", "Pilot di Istana", "Merayu Boediono", "Gerbong Nomor Dua", "Agar Program Bu Ani Lestari", "Lapangan Kerja Tim Hore", "Lima Kali, Terakhir karena Korupsi", "Setelah Pesta Kemenangan", "Welcome Back, Pak Marsilam", "Tamu Istimewa Istana", dan "Membuka Istana untuk Rakyat".

Adapun bagian ketiga, "Bla Bla Bla", terdiri atas "Septic Tank adalah Bukti", "Sayembara Berburu Kucing", "Uji Kejujuran Istana", "Saksi Cinta Sejati", "Penjaga Citra dan Karisma", "Jangan Biarkan Beringin Membesar", "Srimulat di Ketinggian 70.000 Kaki", "Pesona Tanpa Tanding", "Ruang Kendali", "Hak Jawab Pertama", dan "Alarm Tanda Bahaya Tak Terdengar".

Menangkap hal-hal yang luput dari pantauan media, buku yang bertutur ringan ini tak hanya menjelma menjadi catatan sejarah masa pemerintahan Pak Beye, tapi juga bacaan yang menghibur. Gambar-gambar ilustrasi oleh Didie SW, salah satu ilustrator dan kartunis Kompas, membuat buku ini tambah menghibur.

Tampaknya bukan kebetulan buku ini diterbitkan beberapa bulan sebelum akhir masa kepemimpinan SBY sebagai presiden. Boleh jadi buku ini menjadi semacam ucapan perpisahan yang enak dibaca. (Hermawan Aksan)

Selengkapnya, bisa dibaca di koran Harian Pagi Tribun Jabar, Minggu (17/8/2014).

Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved