Podium

Indonesia Merdeka dan (Belum) Sejahtera

HARUS kita akui pula Indonesia hari ini masih belum menjadi sebuah negara ideal yang kita cita-citakan, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

Indonesia Merdeka dan (Belum) Sejahtera
ist
Djoko Subinarto, Kolumnis

HARI Minggu (17/8/2014) kemarin, Republik Indonesia yang kita cintai ini genap berusia 69 tahun. Jika diibaratkan dengan sosok individu, usia 69, tentu saja, sudah termasuk kategori sepuh alias lanjut usia.

Namun, bagi sebuah negara, usia 69 adalah usia yang masih relatif belia. Lantas, seperti apakah sosok dan paras Indonesia 50 atau bahkan 100 tahun ke depan? Akankah Indonesia menjadi sebuah negara yang lebih baik, lebih sehat, lebih elok, lebih kuat, lebih maju serta lebih sejahtera dan membuat bangga segenap warganya?

Bahwa Indonesia masih tegak berdiri hingga detik ini, tentu saja, patut kita semua syukuri. Meskipun demikian, harus kita akui pula Indonesia hari ini masih belum menjadi sebuah negara ideal yang kita cita-citakan, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

Negara ideal yang dimaksud adalah sebuah bentuk negara kesejahteraan (welfare state), di mana negara memiliki paling tidak tiga kewajiban utama atas para warganya.

Pertama, negara wajib menjamin setiap individu dan keluarganya untuk memperoleh pendapatan minimum agar mampu memenuhi kebutuhan hidup paling mendasar.

Kedua, negara wajib memberi perlindungan sosial jika individu dan keluarganya berada dalam situasi rawan sehingga mereka dapat menghadapi keterpurukan sosial seperti sakit, usia lanjut, tuna karya serta kemiskinan.

Ketiga, negara harus menjamin setiap individu, tanpa membedakan status dan kelas sosialnya, agar memeroleh akses pelayanan sosial dasar seperti pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi (bagi anak balita), sanitasi dan air bersih.

Tiga kewajiban utama inilah yang harus selalu terus-menerus diperjuangkan oleh para pengelola negara. Para pengelola negara itu sendiri adalah abdi, pelayan, yang setiap langkah dan perbuatannya harus diarahkan untuk merealisasikan ketiga kewajiban tersebut. Rakyat adalah tuan yang harus mereka layani sebaik-baiknya.

Walaupun faktanya Indonesia adalah negeri yang memiliki sumber kekayaan alam yang demikian besar -- selain juga memunyai panorama alam yang indah nan permai -- toh sejauh ini para pengelola negara kita tampaknya masih belum mampu mengurus dan mengelola kekayaan alam yang kita miliki itu dengan sebaiknya-baiknya untuk memakmurkan dan menyejahterakan segenap rakyat Republik ini.

Laku korup dan serakah para pengelola negara menjadikan negeri kita sejauh ini hanya mampu menyejahterakan kalangan elite saja.

Sejatinya, akar laku korup dan serakah adalah egoisme diri.Tatkala egoisme menguasai diri, maka spirit untuk mencari cita-cita di luar diri kita menjadi lumpuh. Akibatnya, orang hanya mencari untuk dirinya sendiri.

Itulah yang selama ini terjadi pada sebagian besar para pengelola negeri ini. Semangat untuk menerima jauh mengalahkan semangat untuk memberi. Padahal, John F Kenneddy, pernah bilang,  "Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu."

Sudah barang tentu, Indonesia ke depan harus mampu melepaskan dirinya dari cengkraman para elite yang hanya bermodal spirit egoisme diri. Pemerintahan baru yang bakal segera terbentuk di negeri ini memiliki kewajiban untuk membuat perubahan besar menuju Indonesia baru.
Harapan pasti selalu ada.

Kita harus tetap optimistik bahwa Indonesia ke depan adalah sebuah Indonesia yang lebih baik, lebih elok, lebih sehat, lebih kuat, lebih maju, lebih sejahtera dan lebih membanggakan.

Kita syukuri bertambahnya usia Republik kita tahun ini dengan memanjatkan doa semoga jajaran pemerintahan baru kita nanti benar-benar hanya mengabdi serta berbakti sepenuh hati bagi kepentingan rakyat dan negeri ini. (Djoko Subinarto)

Selengkapnya, bisa dibaca di koran Harian Pagi Tribun Jabar, Senin (18/8/2014).

Sumber: Tribun Jabar
Tags
podium
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved