Breaking News:

Podium

Menggenjot Investasi di Jawa Barat

PROVINSI Jawa Barat hendaknya tidak terlena dengan jumlah investasi yang berhasil diwujudkan pada triwulan I 2014.

Menggenjot Investasi di Jawa Barat
istimewa
Arif Minardi, Anggota Komisi VI DPR-RI

Hanya daerah-daerah yang secara cerdas mampu merumuskan kebijakan investasi klasik dan terobosan terkini yang akan memenangkan persaingan. Dari segi muatan, kebijakan investasi klasik antara lain memuat arah pengembangan investasi daerah, legal aspek dan kepastian investasi, pengembangan tata ruang dan kawasan investasi, hak dan kewajiban investor, pelayanan investasi dan insentif perpajakan.

Untuk menggenjot investasi, Pemda dituntut proaktif menggali potensi daerahnya dan menginformasikannya kepada publik melalui berbagai media. Keberadaan informasi yang cepat akses, akurat, dan mutakhir, akan membantu pihak investor dalam menganalisis potensi daerah dan melakukan keputusan investasi.

Pada saat ini salah satu bentuk informasi potensi daerah yang diharapkan dapat membantu pihak investor dalam melakukan keputusan investasi adalah adanya inovasi berbasis Geographic Information System (GIS).

Format informasi ini sedikitnya memuat: data geofisik, data sosio-ekonomi, seperti demografi, struktur ekonomi, statistik pertanian, konsumsi dan pengeluaran, kemiskinan, dan indikator pembangunan daerah; dan peta infrastuktur, termasuk jalan, pelabuhan, bandara, infrastruktur KA dan lain-lain.

Pentingnya transformasi dan difusi inovasi terkait dengan peningkatan investasi daerah secara sistemik. Yang mencakup Perumusan kebijakan investasi, penyempurnaan peraturan dan regulasi, penyusunan master-plan investasi, pengembangan sistem informasi investasi, pelayanan terpadu satu pintu, dan pengembangan partnership dan portofolio ketenagakerjaan. Hal-hal diatas belum dikembangkan secara optimal oleh pemerintah daerah.

Meskipun pemerintah daerah telah menerapkan sistem PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), tetapi sistem tersebut harus terus dikembangkan sehingga mencapai tingkat maturitas. Implementasi UU Penanaman Modal Nomor 25 Tahun 2007 telah ditunjang oleh Perda untuk membangun Sistem PTSP berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi ).

Sayangnya peran TIK dalam usaha investasi daerah baru sebatas tools, belum menjadi enabler dan transformer. Sebagai catatan, keterlibatan TIK dalam bidang investasi daerah bisa dikategorikan menjadi tiga hal, yakni sebagai tools, enabler, dan transformer.

Keterlibatan sebagai tools adalah berperan sebagai pendukung jalannya organisasi dan komputerisasi dari back office. Dalam konteks ini TIK masih sebatas pelengkap. Sedangkan sebagai enabler terwujud jika TIK sudah menjadi penggerak tahapan investasi daerah serta membuahkan efisiensi yang signifikan bagi organisasi.

Sedangkan TIK sebagai transformer yaitu sebagai penentu arah transformasi organisasi menuju efektivitas investasi, reduksi biaya dan waktu secara signifikan dengan prinsip otomatisasi dan rekayasa ulang proses (process re-engineering). Diharapkan semakin banyak pemerintah daerah yang mampu mewujudkan proses transformer.

Manajemen mutu termasuk mutu pelayanan invetasi dengan sistem PTSP membutuhkan benchmarking  untuk menemukan sifat, proses, dan pelayanan produk terbaik dari yang ada dan menggunakannya sebagai standar untuk memperbaiki produk, proses, dan pelayanan.

Halaman
123
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved