Kasus Asusila
Bupati Bandung : "Saya Minta Pelakunya Dihukum Seberat-beratnya"
KASUS ini sangat memalukan bagi Kabupaten Bandung. Semua pihak harus mewaspadai perilaku menyimpang di lingkungannya.
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
SOREANG, TRIBUN - Kasus sodomi yang dilakukan OS (28), warga Kampung Situtarate, Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot kepada 21 anak menjadi perhatian Bupati Bandung, Dadang Naser. Dadang meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. (baca : BREAKING NEWS: Waduhh! Warga Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Sodomi 21 Anak )
"Saya minta pelakunya untuk dihukum seberat-beratnya. Karena korbannya saja sudah puluhan dan bisa terus bertambah," kata Dadang, saat ditemui di Kampung Kramatmulya, Desa/Kecamatan Soreang, Rabu (13/8).
Kejadian yang diungkap Polsek Dayeuhkolot itu, kata Dadang, harus jadi peringatan bagi orangtua. Kasus tersebut sangat memalukan bagi Kabupaten Bandung. Semua pihak harus mewaspadai perilaku menyimpang di lingkungannya.
"Apalagi pelaku dalam melakukan aksinya sangat rapih dan tidak diketahui orang lain. Pelaku juga berkedok sebagai guru ngaji sehingga bisa dekat dengan anak-anak," katanya. (baca : BREAKING NEWS : Pelaku Sodomi Korban di Sebuah Mesjid di Rancaekek )
Dadang berharap kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Dadang juga meminta kepada pengurus mesjid untuk selektif dalam mempekerjakan orang.
"Siapa yang tahu kepribadian asli dari orang yang menjadi guru ngaji. Apalagi baru dikenal. Jadi harus hati-hati," ujarnya. (wij)
Selengkapnya, bisa dibaca di koran Harian Pagi Tribun Jabar, Kamis (14/8/2014).