Podium

Refleksi Ramadan dan Idulfitri

SETIDAKNYA ada tiga pesan utama yang terkandung dalam ibadah Ramadan. Pertama, adalah tahdzibun nafsi atau pesan moral.

Refleksi  Ramadan dan Idulfitri
istimewa
Nur Hidayat, Mahasiswa Program Master UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Selanjutnya, pesan utama Ramadan yang ketiga adalah pesan jihad. Jihad yang dimaksud di sini bukan pengertian yang sempit yakni berperang di jalan Allah.

Tapi jihad dalam terminologi yang luas dan komrehensif perspektif Syaikh Wahbah Zuhailiy, yaitu: badzlu maa  indahu wamaa fii wus’ihi linaili maa  inda robbihi min jazili tsawabi wan najaati min alimi  iqobihi (mengecilkan arti dari segala sesuatu yang dimilikinya demi mendapatkan keridhaannya, mendapatkan pahala serta keselamatan dari siksa-Nya).

Pengertian jihad ini lebih komprehensif, karena yang dituju adalah mengorbankan segala yang kita miliki, baik tenaga, harta benda, maupun jiwa untuk mencapai keridhaan Allah Swt. Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad yang kita butuhkan bukanlah jihad mengangkat senjata.

Akan tetapi, jihad mengendalikan diri dan mendorong terciptanya sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera serta bersendikan atas nilai-nilai agama dan ketaatan kepada Allah Swt. Jihad untuk mengendalikan hawa nafsu dari seluruh hal yang dapat merugikan diri kita sendiri, terlebih lagi merugikan orang lain.

Dalam konteks sosiologi masyarakat kita saat ini, masih banyak sektor sosial yang perlu pembenahan lebih lanjut. Jihad lebih kepada pengentasan masalah-masalah sosial. Oleh sebab itu, sudah selayaknya momentum Lebaran saat ini, bukan hanya pakaian yang baru, akan tetapi gagasan-gagasan baru juga harus dikedepankan  untuk mengentaskan masalah-masalah sosial yang selama ini membelenggu kemajuan umat Islam Indonesia pada khususnya, dan bangsa serta Negara Indonesia pada umumnya.

Demikianlah pesan-pesan utama yang terkandung dalam Ramadan, selanjutnya marilah kita bersama-sama memikul tanggung jawab untuk merelisasikan ketiga pesan ini ke dalam bingkai kehidupan nyata.

Mampu mengendalikan hawa nafsu kita sendiri, tidak terpancing hal-hal yang terlarang dan merugikan orang lain, menjalin silaturrahim, bekerja sama sesame muslim, serta menyandang semangat jihad untuk membangun sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera. Amin. (Nur Hidayat)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved