Jelang Idulfitri 1435 H
Harga Sejumlah Sayuran di Cianjur Merangkak Naik Setiap Hari
HARGA sayuran untuk bumbu dapur mulai mengalami kenaikan sejak Minggu (20/7/2014).
Penulis: cis | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
CIANJUR, TRIBUN - Harga sejumlah sayuran untuk bumbu dapur di Kabupaten Cianjur mulai mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut diperkirakan akan terus terjadi setiap harinya jelang hari raya Idulfitri yang menyisakan lima hari lagi.
Pedagang sayur di Pasar Induk Cianjur, Adil (43), mengatakan, harga sayuran untuk bumbu dapur mulai mengalami kenaikan sejak Minggu (20/7/2014). Menurutnya, hampir semua sayuran untuk bumbu dapur mengalami kenaikan harga sebesar Rp 1000 sampai Rp 10 ribu per kilogramnya.
"Setiap hari naik harganya. Kentang misalnya, sehari sebelumnya dijual Rp 10 ribu per kilogram. Sekarang (Kemarin. Red) harganya Rp 10 ribu per kilo itu kulakannya," ujar Adil kepada Tribun di PIC, Jalan Suroso, Kecamatan Cianjur, Selasa (22/7/2014).
Dikatakan Adil, harga sayuran di PIC pada Selasa (22/7/2014) antara lain, kentang Rp 12 ribu per kilo, bawang merah Rp 22 ribu per kilo, bawang bombay Rp 20 ribu per kilo, bawang putih Rp 16 ribu per kilo, dan tomat Rp 7 ribu per kilo.
"Sehari sebelumnya harga kentang Rp 10 ribu per kilo, tomat Rp 5 ribu per kilo, bawang merah Rp 16 ribu per kilo, bawang putih Rp 14 ribu per kilo, dan bawang bombay Rp 15 ribu per kilo," kata Adil.
Selain itu, lanjut Adil, untuk harga cabai pada Selasa (22/7), antara lain cabai tanjung Rp 24 ribu per kilo, cabai hijau Rp 14 ribu per kilo, cabai rawit Rp 14 ribu per kilo, cabai merah TW Rp Rp 20 ribu, dan cabai merah Rp 20 ribu per kilo.
"Sedangkan harga cabai sehari sebelumnya antara lain cabai tanjung Rp 16 ribu per kilo, cabai rawit Rp 8 ribu per kilo, cabai hijau Rp 10 ribu per kilo, cabai merah TW Rp Rp 16 ribu, dan cabai merah Rp 16 ribu per kilo," ujar Adil.
Dikatakan Adil, pasokan sejumlah komoditas sayur tersebut sebetulnya melimpah. Namun harga diperkirakan akan naik terus harganya lantaran jumlah permintaan meningkat jelang hari raya Idulfitri yang menyisakan lima hari lagi.
"Walau harga hampir semuanya komoditas sayur naik, penjualan tetap ramai. Karena memang banyak yang butuh jelang lebaran. Justru penjualan juga lebih bagus. Misalnya kemarin hanya habis 10 kilogram cabai, sekarang bisa habis 25 kilogram," kata Adil.
Tak hanya harga sejumlah komoditas sayuran, harga daging ayam pun mulai mengalami kenaikan harga. Hal itu diakui pedagang daging ayam di PIC, Ayi Saefudin (36), ketika ditemui Tribun, Selasa (22/7/2014).
"Ayam satu kilogram sekarang Rp 32 ribu. Dua hari yang lalu masih Rp 30 ribu. Jelang lebaran ini kemungkinan akan naik terus sampai puncaknya H-1 hari raya idulfitri," kata Ayi.
Dikatakan Ayi, kenaikan harga daging ayam tersebut disebabkan meningkatnya permintaan pembeli. Menurutnya, kenaikan harga pun selalu terjadi jelang Lebaran ini sehingga tak banyak pembeli yang mengeluh dan terbiasa dengan kondisi tersebut.
"Kalau pasokan ayam sendiri stabil. Tapi dari bandarnya memang sudah naik. Alasannya juga sama karena mau lebaran saja. Kemungkinan harga terus naik sampai Rp 34-36 ribu per kilonya," kata Ayi.
Selain daging ayam, harga telur ayam pun mulai mengalami kenaikan pada H-6. Sehari sebelumnya, harga telur ayam Rp 18500 per kilonya. "Baru hari ini (kemarin. Red) naik menjadi Rp 20 ribu per kilonya," kata pedagang telur di PIC, Jauhar (46), ketika ditemui Tribun, Selasa (22/7/2014).
Kendati demikian, Jauhar mengatakan, kenaikan harga telur tak akan sampai menembus Rp 20 ribu per kilogramnya. Ia pun memprediksi jika harga telur akan kembali normal pada H-2 hari raya Idulfitri. Menurutnya, penggunaan telur ayam justru berkurang jelang Lebaran.
"Kalau sekarang meningkat karena dipakai untuk membuat roti. Bahkan telur yang cangkanya retak juga laku karena langsung dipakai buat roti. Dan harganya memang lebih murah Rp 2 ribu per kilonya," kata Jauhar. (cis)