Breaking News:

Podium

Literasi Puasa dan Pertumbuhan Ekonomi yang Semu

IMAN itu diibaratkan dengan pohonnya, puasa itu diibaratkan dengan pupuknya, dan takwa itu diibaratkan dengan buahnya.

Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Literasi Puasa dan Pertumbuhan Ekonomi yang Semu
ist
Hamli Syaifullah

Contoh, pendapatan si A sebesar Rp 5.000.000 per bulan, yang kemudian dikeluarkan untuk membiayai kehidupan anak dan istri sebesar Rp 4.000.000, dan sisanya ditabung. Hal tersebut nampak seperti berikut Rp 5.000.000 (Y) = Rp 4.000.000 (C) + Rp 1.000.000 (S).

Selama setahun, dana tabungan yang dimiliki Si A akan mencapai Rp 12.000.000. Namun, ketika tiba bulan Suci Ramadhan, tabungan tersebut harus dikeluarkan. Karena pendapatan sebesar Rp 5.000.000 sudah tidak mampu membendung tingkat konsumsi di bulan Suci Ramadan.

Seperti untuk memenuhi kebutuhan pakaian baru, tambahan konsumsi makanan berbuka, pernak pernik lebaran, dan bahkan pulang kampung bagi kaum urban. Di akhir ramadhan, tabungan yang dimiliki Si A akan menjadi Rp 0.

Perlu diketahui bahwa tergerusnya dana tabungan yang dimiliki Si A akan berpengeruh signifikan pada kegiatan investasi pasca Ramadan. Karena investasi untuk membangun negara akan berkurang.

Hal tersebut dapat dikaji menggunakan teori makro ekonomi, di mana Pendapatan Domestik Bruto (PDB) diperoleh dari adanya konsumsi (C), ditambah dengan Investasi (I), ditambah dengan pengeluaran pemerintah (G), dan Ekspor dikurangi impor (X-I), yang dapat dikonotasikan dengan PDB = C + I + G + (X - I).

Investasi membangun negeri (I), salah satunya diperoleh dari dana tabungan masyarakat (S). Ketika tabungan masyarakat berkurang (S), maka kegiatan investasi akan tersendat.

Tersendatnya kegiatan investasi akan berdampak pada berkurangnya pembukaan lapangan kerja baru, sehingga pengangguran pun akan bertambah. Inilah efek domino dari pertumbuhan ekonomi yang bersifat semu di Bulan Suci Ramadan. ***

HAMLI SYAIFULLAH

Studi S-2 Keuangan Syariah STIE Ahmad Dahlan Jakarta, dan Peneliti di Pusat Riset Ekonomi dan Bisnis Syariah (PREBS), Jakarta

Selengkapnya, bisa dibaca di Harian Pagi Tribun Jabar, Senin (14/7/2014).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved