Cerpen

Doraemon dan Korban Pemilu

TAPI jangan sekali‑kali bertanya mengenai ayah Shizuka dan Giant kepadaku karena itu adalah usaha sia‑sia.

Doraemon dan Korban Pemilu
DOKUMENTASI WARTA KOTA
illustrasi doraemon. 

Aku ingin ke Jepang untuk mencari jawaban atas pertanyaan sepele itu, sedangkan mereka ingin menjadi anggota dewan yang terhormat serta ingin tokoh idolanya jadi presiden. Kami sama‑sama menanggung banyak utang dan korban perasaan karena ambisi itu, tapi bedanya adalah tujuanku terwujud, sedangkan tujuan mereka gagal.

Di Jepang aku beroleh jawaban atas pertanyaan mengenai ayah Shizuka dan Giant, lantas menjadi lega karenanya, sedangkan para caleg dan simpatisan calon presiden ini gagal dan menjadi gila.

Mereka—dan mungkin dirimu—barangkali menebak bahwa kami sama‑sama gila karena berada di rumah sakit jiwa yang sama ini. Jika tebakannya demikian maka itu adalah sebuah kengawuran. Senyatanya kami berbeda. Mereka adalah pasien, sedangkan aku adalah perawat di rumah sakit jiwa ini.

Boleh saja mereka—dan mungkin dirimu—menganggap perjalanan penuh utangku ke Jepang demi pertanyaan yang terdengar sepele itu sebagai sebuah kegilaan. Sekali lagi, aku akan memaklumi anggapan itu karena mereka—dan mungkin dirimu—memang tak tahu harga sebuah kefanatikan. Setidaknya kini aku tahu jawaban atas pertanyaan itu, dapat hidup tenang, dan merawat orang‑orang gila baru ini dengan kewarasan penuh.

Tapi jangan sekali‑kali bertanya mengenai ayah Shizuka dan Giant kepadaku karena itu adalah usaha sia‑sia. Aku tak akan menjawabnya. Silakan bertanya‑tanya sendiri atau tetap menganggap sepele pertanyaan ini.

Lagi pula, sangat mahal harga yang harus kubayar untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan itu. Aku harus merelakan sertifikat rumah warisanku tamasya di pegadaian dan bersusah payah menebusnya. Jadi, aku tak akan membagi jawabannya secara cuma‑cuma.

Terkadang jawaban atas sebuah pertanyaan berharga sangat mahal. Kalian harus menghargai itu.

***

Solo, Maret 2014

Gunawan Tri Atmodjo lahir di Solo, 1 Mei 1982. Alumnus Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS Surakarta program studi Sastra Indonesia. Memenangi beberapa kali lomba penulisan sastra. Puisi dan cerpennya dipublikasikan di Horison, Jawa Pos, Media Indonesia, Suara Merdeka, dll. Tinggal di Solo dan bekerja sebagai editor buku pelajaran. Buku kumpulan cerpennya Sebuah Kecelakaan Suci baru saja diterbitkan.

Selengkapnya, bisa dibaca di Harian  Pagi Tribun Jabar, Minggu (13/7/2014).

Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved