Debat Capres
Kerja Sama Tanpa Janjikan Menteri, Jokowi-JK Merasa Tak Terbebani
Calon wakil presiden nomor urut dua, Jusuf Kalla, menekankan, kerja sama politik yang dibangun partai koalisi pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf
JAKARTA, TRIBUN - Calon wakil presiden nomor urut dua, Jusuf Kalla, menekankan, kerja sama politik yang dibangun partai koalisi pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, tak menjanjikan sesuatu kepada mitranya. Tak ada janji jatah kursi menteri. Hal ini, kata dia, membuat ia bersama Jokowi tak merasa terbebani.
"Kami sadari bahwa biaya politik kita tidak murah. Kami tidak ada janjikan 7 atau 8 menteri. Ini keikhlasan, tidak ada sama sekali," kata Kalla, dalam Debat Kandidat Capres-Cawapres, di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014) malam.
Dengan biaya politik murah, lanjut Kalla, menyebabkan tidak ada tekanan sama sekali. Sebelumnya, Jokowi mengatakan, sejak awal, koalisi yang dibangun PDI Perjuangan atas dasar kerja sama dan bukan bagi-bagi kursi.
"Rekrutmen parpol harus berani dirombak. Pola rekrutmen baru di parpol. Siapa terbaik, itu yang diajukan. Saya bukan ketua partai, saya dijadikan capres karena ada rekam jejak dan prestasi, Sejak awal kami sampaikan, koalisi, kerja sama yang ramping, tidak banyak parpol tidak apa-apa. Yang penting dalam bekerja kedepankan kepentingan rakyat, bukan bagi-bagi menteri, kursi di depan," papar Jokowi. (Dani Prabowo/kompas.com)