Breaking News:

Pelayanan Pajak Tinggal Klik

E-Filing, Sebuah Kemudahan Guna Menjaring Wajib Pajak

Ditjen Pajak meresponnya dengan memberikan layanan berbasis daring (internet). Melalui layanan e-filing, WP diberi

Penulis: Darajat Arianto | Editor: Darajat Arianto
TRIBUN JABAR/TIAH SM
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan wakilnya Oded M Danial melaporkan SPT secara online di Kantor Pajak Jalan Asia Afrika, Kamis (27/3/2014). 

KESADARAN untuk menjadi wajib pajak (WP) masih rendah di masyarakat. Itu berimbas terhadap belum optimalnya perolehan pajak selama ini.

Proses pelayanan pajak yang rumit dan butuh waktu lama memang menjadi kendalanya. Setiap tahun WP harus mengantri berjam-jam di kantor layanan pajak hanya untuk memenuhi kewajibannya yaitu melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi miliknya.

Bagi orang sibuk yang tidak memiliki banyak waktu, tentu saja proses pelayanan pajak yang berjam-jam lamanya bukan pekerjaan yang menyenangkan. Itulah sebabnya, kemudian banyak WP yang malas sehingga mengabaikan kewajibannya tersebut.

Masih minimnya kesadaran membayar pajak diakui oleh Dirjen Pajak, Fuad Rachmany. Menurutnya, ada sekitar 60 juta orang di Indonesia yang harus membayar pajak.

“Dari jumlah itu ada sekitar 35 juta orang yang belum bayar pajak,” aku Fuad ketika menghadiri Sosialisasi Peraturan Nomor 46 Tahun 2013 dan Fasilitas Pembayaran Pajak melalui ATM di Hotel Harris, Jalan Peta, Bandung, Selasa (10/12/2013) silam.  Mereka itulah yang dibidik untuk menjadi WP.

Kala itu, Fuad tak menampik jika belum tumbuhnya kesadaran WP salah satunya disebabkan adanya anggapan pembayaran pajak yang masih rumit. Termasuk, saat pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi.

Ditjen Pajak meresponnya dengan memberikan layanan berbasis daring (internet). Melalui layanan e-filing, WP diberi kemudahan melaporkan SPT  Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi.

Memang, e-filing merupakan layanan yang masih terhitung baru. Sehingga, masih belum akrab di kalangan WP. Kalaulah ada yang telah memanfaatkannya, tak sedikit yang merasakan masih ribet.

Pakar Teknologi Informasi ITB, Prof Dr.Ir., M.Eng, CGEIT Suhono Harso Supangkat, mengacungkan jempol terhadap terobosan Ditjen Pajak itu.  Layanan berbasis teknologi informasi (TI) ini memang sangat dibutuhkan.

“Sistem seperti ini bagus buat masyarakat atau wajib pajak karena bisa memudahkan dan mempercepat proses pelaporan pajak. Kemudahannya karena bisa diakses dimana saja dan kapan saja selama masih ada jaringan internet,” kata Suhono kepada Tribun, Jumat (25/4).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved