Polisi Cari Kalung Giok Korban Pembunuhan ke PSK Tanah Abang
Polisi masih melakukan pengejaran terhadap seorang buronan kasus pembunuhan pasangan Didi - Anita, yaitu Weda. Informasi benar tidaknya perihal
Penulis: Dicky Fadiar Djuhud | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Polisi masih melakukan pengejaran terhadap seorang buronan kasus pembunuhan pasangan Didi - Anita, yaitu Weda. Informasi benar tidaknya perihal sudah tertangkap masih sumir, karena hingga Jumat (19/4) sore tak seorang pun pejabat di Kepolisian memberikan jawaban pasti.
Selain buronan yang didapuk sebagai otak pembunuhan tersebut, polisi pun kini tengah mencari sejumlah barang bukti yang masuk daftar pencarian barang (DPB). Salah satunya kalung giok milik korban. Diketahui kalung giok tersebut digunakan oleh pelaku Saimudin alias Udin Botak (42) dan Dedi Murdani (28) untuk membayar jasa pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Tanah Abang, Jakarta.
"Setelah buang korban di Pandeglang, Kecuali RM, para pelaku pergi ke Jakarta. Di sana, TS dan W memisahkan diri. Kedua eksekutor, Udin Botak dan DM alias Epong ke Tanah Bbang 'jajan'. Terus ya bayar pelacur di Tanah Abang itu dengan kalung giok dan jam tangan milik korban. Barang bukti yang hilang kita cari. Ada beberapa yang masuk DPB itu," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Nugroho Arianto di Mapolrestabes Bandung, Jumat (19/4). (*)