Korban Kecelakaan Arung Jeram Jalani Pemeriksaan Medis
Sembilan mahasiswa Undip yang selamat kemudian dibawa langsung ke Bekasi untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan, sekaligus pemulihan psikologis
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Deni Ahmad Fajar
GARUT, TRIBUN - Sembilan mahasiswa Universitas Dipenogoro yang selamat dari kecelakaan saat berarung jeram di Sungai Cikandang, Kecamatan Pakenjeng, dibawa ke Bekasi untuk mendapat pemeriksaan medis dan pemulihan psikologis. Sedangkan, satu mahasiswi lainnya yang meninggal dunia, Anggraini Miftakhul Rizqi (19), dibawa ke rumah duka di Bekasi untuk dimakamkan.
Perwakilan Wapela (Mahasiswa Pecinta Alam) Universitas Dipenogoro (Undip), Muhammad Saeful, mengatakan sembilan mahasiswa Undip tersebut dan satu mahasiswa STT Garut, yakni Rosidin (Ipey), langsung diberangkatkan dari Pakenjeng dan sampai di Garutkota, Salasa (15/4) pukul 06.30.
Sembilan mahasiswa Undip yang selamat kemudian dibawa langsung ke Bekasi untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan, sekaligus pemulihan psikologis mahasiswa yang mengalami trauma. Tuturnya, dua mahasiswa yang terseret dari sungai sampai empat kilometer ke kawasan pesisir di Kecamatan Mekarmukti, yakni Dian Syafitri dan Firas Dalil, mengalami trauma cukup berat.
"Setelah dibawa ke RSUD dr Slamet Garut, korban meninggal langsung dibawa ke rumah keluarga di Bekasi di Jatiasih. Keluarga korban juga ada yang menjemput jenazahnya ke Garut. Para korban dibawa menggunakan kendaraan dari kampus dan BPBD. Setelah semua recovery selesai, semua kembali ke Semarang," kata Saeful saat ditemui di Markas Mapala STT Garut, Selasa (15/4). (sam)