Jumat, 24 April 2026

Korban Selamat Kecelakaan Arung Jeram Masih Trauma

seluruh korban berumur antara 19 sampai 20 tahun. Mereka yang selamat adalah Sepian, Cipe, Tiras, Takwim, Dian Savitri, Gresi, Faran,

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto

GARUT, TRIBUN - Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf Bungkus Hadi Suseno, mengatakan, seluruh korban berumur antara 19 sampai 20 tahun. Mereka yang selamat adalah Sepian, Cipe, Tiras, Takwim, Dian Savitri, Gresi, Faran, Wisnu, Ipe, dan Angkasa. Sedangkan mahasiswi Universitas Diponegoro yang meninggal dunia adalah Miftah.

Menurut Dandim, mereka berarung jeram tanpa memberitahukannya kepada pihak berwenang, tidak seperti peserta arung jeram lain. Akhirnya, pihaknya pun baru mendapat informasi kecelakaan tersebut pada pukul 16.00.

Kapolres Garut AKBP Arif Rachman mengatakan seluruh mahasiswa tersebut telah berada di tempat yang aman. Pihaknya bersama Kodim 0611 Garut, Pemda Garut, dan warga berusaha mengevakuasi empat mahasiswa lainnya yang terjebak di delta sungai.

"Selain itu, banjir bandang tersebut juga telah akibatkan terendamnya sawah Blok Cigebang, Koang, dan Palangsiang, seluas 30 hektare di Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Dik Dik Hendrajaya, mengatakan pihaknya terus mengupayakan evakuasi korban. Sebagian besar korban selamat belum bisa dimintai keterangannya lebih lanjut karena masih trauma.

Diberitakan sebelumnya, sepuluh mahasiswa Universitas Dipenogoro dan seorang mahasiswa STT Garut terbawa arus Sungai Cikandang, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Senin (14/4) sore. Satu mahasiswi di antaranya, Miftah (19), ditemukan meninggal dunia.  (sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved