Selasa, 7 April 2026

Penculik Bayi di RS Hasan Sadikin Derita Patah Tulang Serius

Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Bayu Wahyudi mengatakan, pelaku penculikan bayi, DA, menderita cukup banyak fraktur patah tulang

Editor: Darajat Arianto

BANDUNG, TRIBUN - Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Bayu Wahyudi mengatakan, pelaku penculikan bayi, DA, menderita cukup banyak fraktur patah tulang (multiple fracture). Lokasinya tersebar di bagian atas dan bawah tubuh.

Menurut Bayu, jika tidak lekas dilakukan tindakan operasi, bukan tidak mungkin malah menyebabkan kematian sehingga menghambat proses penyidikan polisi.

"Kalau tidak dilakukan operasi, bisa infeksi sistemik dan bisa menyebabkan kematian," kata Bayu saat ditemui di Ruang Bedah Sentral lantai 3 RSHS Bandung, Kamis (3/4/2014).

Bayu menambahkan, salah satu lokasi fraktur patah tulang yang berpotensi menimbulkan kematian melalui infeksi sistemik ada di bagian tulang iga. Menurut dia, lokasi tersebut mengalami luka patah tulang cukup parah.

"Setiap fraktur kita sambung, ada yang pakai pelat, ada yang pakai screw," ujar Bayu.

Meski demikian, Bayu mengatakan, luka patah paling banyak yang dialami DA ada di bagian atas, khususnya lengan sebelah kiri. Dalam operasi yang dilakukan terhadap DA, RSHS menerjunkan beberapa dokter spesialis, seperti spesialis bedah ortopedi, spesialis bedah saraf, dan spesialis kejiwaan.  (Putra Prima Perdana/kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved