Remaja Melakukan ML Awalnya Cuma Coba-coba, Selanjutnya Ketagihan
Pergaulan bebas seperti free sex di kalangan remaja semakin memprihatinkan dan mengkhawatirkan.
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUN - Pergaulan bebas seperti free sex di kalangan remaja semakin memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Temuan kasus oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat seperti perdagaan bayi, pembuangan bayi, dan kasus pelecehan mengindikasikan adanya perilaku seks bebas di kalangan remaja.
Menurut Sofiana Indraswari M Psi, Psikolog, Divisi Psikologi Remaja dan Dewasa dari Lembaga Firdaus Many yang juga Tim Psikologi P2TP2A Jabar, prilaku dunia remaja sangat serba serbi seperti geng motor, narkoba, dan lebih buruk lagi tidak sedikit yang menghakhiri hidupnya dengan konyol. Dan kemajuan zaman berkonsekuensi pada kasus-kasus yang terjadi di kalangan remaja.
"Kasus yang bisa ditemui seperti seks bebas, aborsi, pelacuran, dan permasalahan seksual. Dari klien yang datang, banyak remaja sebagain besar dalam area galau," katanya saat memberikan pemaparan pada acara Sarasehan Perempuan Jawa Barat Menyambut Tantangan Perempuan
"Save Our Generation From Free Sex" di Aula Unisba Bandung, Sabtu (22/3).
Menurutnya, masalah besar remaja adalah krisis identitas diri. Dan persoalan yang dihadapi saat ditanya kebanyakan alasannya tidak tahu atau hanya ikut-ikutan atau sekedar coba-coba. Dari tanggapan yang pernah diajukan kepada remaja di salah satu kecamatan dengan seks bebas cukup tinggi, ia mendapatkan jawaban yang memprihatinkan seperti remaja menyatakan "awalnya biasa, tapi lama-lama jadi biasa karena banyak yang ngelakui hal yang sama".
Ada juga tanggapan "free sex, kalau sampai ngelakui ML kayak suami istri, tapi kalau pas foto aja mah ga papa." Bahkan ada yang menanggapi "coba-coba awalnya kaget, lama-lama jadi ketagihan" dan "lumayan buat nambah-nambah uang harian, buat beli HP kayak teman-teman lainnya."
"Jawaban-jawaban ini tentu sangat-sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan," katanya.
Bukan hanya itu, lanjutnya, prilaku seks bebas sudah ada yang dilakukan sejak SMP. Dan ada guru yang melaporkan melihat muridnya yang masih tingkat SD sudah melakukan hal-hal yang menjurus prilaku seksual.
"Melihat kondisi ini, orangtua sebagai lingkungan pertama anak harus lebih memperhatikan sikap, prilaku anak. Jangan sampai tidak tahu dan berujung pada prilaku yang tidak diharapkan," katanya. (tif)