Pembeli Enggan Menyebut Akan Diapakan Tanah Masjid Teja Suar
Tersiar kabar bahwa tanah itu akan dijadikan showroom
Penulis: roh | Editor: Deni Ahmad Fajar
CIREBON, TRIBUN - Tanah di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon yang di atasnya terdapat Masjid Teja Suar sudah resmi berpindah tangan. Tanah itu tak lagi milik H Saelan tapi sudah menjadi milik Achmad Berliana Zulkifly.
Transaksi jual-beli terjadi November 2013. Kedua pihak telah menandatangani akta jual-beli tanah tersebut. Bahkan di belakang tanah itu tengah dibangun masjid pengganti Teja Suar.
Pembeli tanah, Achmad Berliana Zulkifly masih enggan mengungkapkan akan dijadikan apa tanah Teja Suar. Ia menutup rapat itu, sampai pembangunan masjid pengganti selesai. Namun tersiar kabar bahwa tanah itu akan dijadikan showroom sehingga masjid dipindahkan ke belakang.
"Nanti saja," ucap Achmad saat jumpa pers Jumat (7/3) sore.
Achmad Berliana Zulkifly merupakan seorang pengusaha. Pria kelahiran Bandung, itu sudah belasan tahun tinggal di Cirebon. Rumahnya di Kedawung, tak jauh dari tanah Teja Suar.
Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, tanah Teja Suar disebut-sebut telah dijual kepada seseorang oleh H Saelan. Sang pemilik terdesak uang untuk pembangunan komplek pendidikan di Bogor.
H Saelan merupakan tokoh pendidikan Islam. Ia asli Cirebon, namun lama menetap di Jakarta. Keluarganya pun tak ada yang bermukim di Cirebon sehingga tanah Teja Suar dijaga oleh pengurus dan jamaah masjid. (roh)