Perdagangan Manusia

Delapan Gadis Diduga Jadi Korban

Tiga dari delapan gadis itu dikabarkan berusia di bawah 17 tahun

CIANJUR, TRIBUN - Informasi sementara yang didapat P2TP2A Kabupaten Cianjur, sebanyak delapan gadis asal Kabupaten Cianjur dipaksa untuk melayani lelaki hidung belang di Kalijodo sejak 2013. Tiga dari delapan gadis itu dikabarkan berusia di bawah 17 tahun.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan jaringan kami di Jakarta untuk mengetahui informasinya lebih jelas lagi," ujar Lidya, Jumat (7/3).

Dikatakan Lidya, berdasarkan pemberitaan di media, kedelapan gadis itu kini dalam pengamanan pihak kepolisian Polda Metro Jaya setelah pemilik Kafe Mawar Sari di kawasan Kalijodo, Dedi Utomo dan Susanti, dibekuk.

Melalui jasa perantara, keduanya melakukan rekruitmen sejumlah perempuan muda dari Cianjur dengan dalih akan dipekerjakan sebagai pelayan toko di Jakarta.

Terbongkarnya kasus ini bermula dari laporan seorang korban yang berhasil kabur dari kafe Mawar Sari, karena dijadikan budak seks di lokalisasi prostitusi Kalijodo.

"Kedelapannya kemungkinan diamankan di rumah perlindungan sosial wanita (RPSW) sehingga kemungkinan belum bisa dihubungi sebelum selesai perkaranya," ujar Lidya. (cis)

Penulis: cis
Editor: Deni Ahmad Fajar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved