Breaking News:

Kuliner

Lapedo, Roti Dingin Kesukaan Para Raja

Terobosan terbaru, datang dari roti dingin bernama Lapedo yang sedang menjadi buruan para pencinta kuliner.

TRIBUN JABAR/LAISA KHORUNNISA
Roti dingin Lapedo terinspirasi dari roti kesukaan keluarga kerajaan Arab. 

RANAH kuliner di Kota Bandung seolah tidak pernah berhenti berinovasi. Terobosan terbaru, datang dari roti dingin bernama Lapedo yang sedang menjadi buruan para pencinta kuliner.

Dengan bentuk yang mungil, roti ini menawarkan tekstur lembut dengan tambahan krim chantilly di dalamnya. Sang kreator, Aston Adiwijaya, mengaku mendapatkan ide membuat roti dingin kala dirinya bekerja sebagai chef di Dubai enam tahun silam. Ketika kembali ke Bandung, ia mencoba berkreasi dengan membuat roti dingin yang belum populer di Indonesia.

"Saya sengaja membuat roti dingin untuk memberikan pilihan pada masyarakat yang biasanya menyantap roti dalam keadaan hangat. Ibaratnya memberikan gimmick bagaimana sensasi makan roti dingin, fresh from chiller bukan fresh from the oven," katanya ditemui di gerai Farel Patisserie & Cafe di kawasan Jl. Terusan Buah Batu, Jum'at (7/1).

Aston mengaku terinspirasi dari roti dingin yang konon sangat disukai kalangan elit kerajaan di daratan Arab. Di sana, roti dingin biasa disajikan untuk menemani ritual minum teh di pagi atau sore hari. Pemilihan nama yang unik, ia dapatkan dari perpaduan bahasa Italia dan Sunda yang berarti kue lezat tiada tara.

Aston mengklaim lapedo sebagai cold sweet bun pertama di Bandung, bahkan di dunia. Secara umum, lapedo merupakan perpaduan roti dan krim yang berisi vanilla chantilly atau krim blackforrest di dalamnya.

Adonan roti yang telah diselimuti ekstrak kopi, dibakar sekitar 15 menit setelah adonan mengembang. Setelah dibakar, Aston memasukan krim vanilla chantilly yang terbuat dari campuran chantilly dan pastry cream dengan cara disuntikan ke dalam roti.

Saat ini, ada empat varian rasa lapedo yang ditawarkan Aston yaitu original, green tea, mago dan taro cheese. Lapedo original memiliki citarasa kopi yang cukup kuat namun tetap memanjakan lidah.

Untuk green tea lapedo, ia memadukan adonan roti dengan campuran green tea sebagai isiannya. Cita rasa yang dihasilkan tentunya manis dengan aroma eksotis dari teh hijau dan taburan wijen di atasnya.

Varian lain yang tak kalah lezatnya adalah lapedo mango. Sesuai dengan cita rasa buah mangga, sajian ini menawarkan perpaduan rasa asam dan manis yang atraktif.

"Kalau mau yang rasanya ramai, saya juga membuat lapedo taro cheese dengan isian cream cheese, sementara luarnya menggunakan bahan taro atau talas. Rasanya ada manis, asin dan asam dari karakter krim kejunya," katanya.

Menurut Aston, lapedo cocok dijadikan camilan untuk menjadi teman minum teh anda. Apalagi roti ini terhitung mudah disajikan, cukup didinginkan di lemari es dengan suhu 1-5 derajat.

Aston pun mulai menerapkan pola hidangan sehat dalam lapedo kreasinya. Salah satunya dengan penggunaan krim non dairy yang bebas lemak.

"Saya ingin menjadikan lapedo ini sebagai oleh-oleh khas Bandung, dengan tema healthy food," ujarnya.

Sajian ini ditawarkan dalam beberapa pilihan packaging, yaitu paket orisinal isi 16 yang dibanderol Rp. 40.000. Sementara untuk lapedo tiga varian baru, dikemas dalam satu dus berisi enam buah dengan harga Rp. 19.000. (isa)

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved