Him Tjiang, dari Persija ke Persib Bandung
USIA yang sudah lanjut membuat Thio Him Tjiang (84) sulit mengingat masa-masa saat dirinya bergabung bersama Persib.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Giri
USIA yang sudah lanjut membuat Thio Him Tjiang (84) sulit mengingat masa-masa saat dirinya bergabung bersama Persib Bandung di era 1959-1961. Hanya saja, euforia kemenangan Persib atas Persija di liga Perserikatan tahun 1961, masih teringat jelas di ingatannya yang kini sudah terganggu.
"Persib juara di Semarang, waktu kami pulang ke Bandung langsung disambut warga. Setiap malam berpesta sampai pagi, di alun-alun Bandung, di hotel-hotel bahkan ada layar tancap. Bahkan, kami diundang ke kantor Pemda Bandung saat itu," kata Him Tjiang saat ditemui di kediamannya di Tanjung Duren, Jakarta Barat, belum lama ini.
Menjadi pemain sepak bola, memang sudah menjadi garis hidupnya. Terlebih lagi, orangtuanya pun, Thio Kio Sen dan keenam saudaranya, Thio Him Gwan, Thio Him Tjiang, Thio Him Toen, Thio Him Eng, Thio Him Boen, dan Thio Him Hok juga berprofesi sebagai pemain sepak bola. Mereka dibina di klub tertua di Indoneia, Union Makes Strength (UMS), klub internal Persija. Termasuk Him Tjiang.
Dari UMS inilah, Him Tjiang mulai dikenal karena masuk dalam daftar skuat timnas Indonesia untuk Olimpiade Melbourne pada 1956. Indonesia lolos ke babak perempat final bahkan sempat menahan imbang Uni Soviet, dengan skor 0-0.
Setelah membela timnas itulah, Him Tjiang mulai mengenal Bandung. "Saya ke Bandung karena dapat kerja di bank di Jalan Suniaraja. Di Bandung, saya masuk klub UNI, klub internal Persib," ujar Him Tjiang.
UNI menjadi gerbang Him Tjiang bergabung dengan Persib. Di sela pekerjaannya sebagai karyawan bank, ia bermain bola di lapangan UNI di Jalan Karapitan saat itu.
Bergabungnya Him Tjiang dengan UNI, terbilang unik. Pasalnya, semua saudaranya hanya bermain di UMS yang merupakan klub binaan Persija. "Dari UNI inilah saya diseleksi kemudian lolos dan akhirnya bergabung dengan skuat Persib. Saya bersama Omo, Aang Witarsa, si Ambon Hengky dan Pietje Timisela, Juju. Sisanya saya lupa. Tapi sekarang mereka sebagian sudah pada meninggal," ujar Him Tjiang.
Fakta yang menarik dari Him Tjiang ini, sebelum bermain di timnas, Him Tjiang ini pernah bermain di Persija. Bahkan, semua saudaranya, semua pernah bermain di Persija. Setidaknya, fakta itu menurut peneliti sejarah sepak bola Indonesia di Pandit Football, Aqwam Fiazni Hanifan, menunjukkan sisi keharmonisan hubungan Persib dan Persija di masa lalu, di samping keduanya selalu bersaing ketat di setiap ajang turnamen maupun kompetisi.
"Di dekade 50-an, hilir mudik pemain antara kedua kesebelasan keraplah terjadi. Bintang-bintang Persib seperti Fredy Timisela, Kweet Kiat Sek, Fatah Hidayat, dan Thio Him Tjiang adalah pemain binaan Persija Jakarta. Begitupun sebaliknya. Legenda Persija seperti Soetjipto Soentoro dan Komar, pernah mencicipi dunia sepak bola di Kota Kembang," ujarnya.
Selain itu, Aqwam mengatakan, hubungan Persija dengan Persib saat itu, di samping harmonis, juga memang selalu bersaing di lapangan.
Namun di era itu justru prestasi Persija sedang melempem, terlebih lagi saat Persija menelan pil pahit di kejuaran PSSI dalam liga Perserikatan 1961 yang kalah oleh Persib.
"Pada waktu itu hubungan Persib dengan Persija relatif harmonis, banyaknya pemain Persib yang menghuni tim nasional, membuat anak-anak Bandung sering tampil di Jakarta. Kondisi inilah yang membuat para pencinta sepak bola di Jakarta memiliki kedekatan yang cukup erat dengan pemain-pemain Bandung. Gaung Persib di Jakarta semakin terdengar, soalnya prestasi Persija di akhir dekade 50-an cenderung menurun. Berbeda dengan Persib yang terus meningkat. Karenanya saingan Persib di waktu itu adalah PSM Makassar, bukan Persija Jakarta," katanya.
Him Tjiang sendiri tidak akan pernah lupa dengan momen-momen saat dirinya membela Persib dan bertemu mantan timnya, Persija pada 1961. "Saya memang pernah di Persija, tapi waktu ketemu Persija di final, serang saja enggak mikir macam-macam," kata Him Tjiang sambil tertawa.
Saat Tribun mengunjungi kediamannya dan berbincang-bincang tentang Persib, ia pun merasa seperti diingatkan kembali bahwa dia pernah bermain di Persib. Pasalnya, selama ini, ia lebih dikenal sebagai legenda pemain timnas. "Kalau sudah di Bandung, salam buat orang-orang Persib," ujar Him Tjiang yang hanya bisa berjalan menggunakan alat bantu.(mega nugraha)