Puluhan Jiwa Mengungsi ke Wisma Kemensos
Sebanyak 12 kepala keluarga atau sebanyak 45 jiwa mengungsi di Wisma Pendawa Kementerian Sosial RI di Kampung Puncak Ciloto, Desa Ciloto,
Penulis: cis | Editor: Darajat Arianto
CIANJUR, TRIBUN - Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 45 jiwa mengungsi di Wisma Pendawa Kementerian Sosial Republik Indonesia di Kampung Puncak Ciloto, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Rabu (22/1) pagi. Mereka diungsikan setelah rumahnya rusak akibat pergeseran tanah di RT 6/1 Gang Cangkuang, Kampung Puncak, Desa Ciloto, Selasa (21/1).
Berdasarkan pantauan Tribun, puluhan jiwa ini ditempatkan di sejumlah kamar dan rumah di wisma itu. Sebagian pengungsi ada yang kembali ke kediamannya untuk mengambil barang berharga dan perlengkapan lainnya.
Seorang pengungsi, Ega (21), mengatakan, kediamannya sudah tak berbentuk lagi. Menurutnya, dinding rumahnya mengalami retak-retak. Kondisinya pun miring lantaran dasar rumah ambles.
"Waktu ambil karpet ke rumah lantainya seperti bergerak. Ada bunyi retaka-retakan tapi suaranya cukup keras," ujar Ega kepada Tribun di lokasi pengungsian, Rabu (22/1).
Diberitakan sebelumnya, Sedikitnya 100 warga RT 6/1 Gang Cangkuang, Kampung Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas dievakuasi akibat pergeseran tanah yang terjadi, Selasa (21/1). Hal itu dikatakan anggota Badan Permusyawaran Desa (BPD) Ciloto, Medi, kepada Tribun.
"Tempat pengungsian warga terbagi menjadi tiga titik. Ada yang diungsikan di wispa pendawa, rumah warga di botol kecap, dan di aula Desa Ciloto," kata Medi melalui sambungan telepon, Selasa (21/1).
Dikatakan Medi, warga diungsikan sekitar pukul 16.00 lantaran pergeseran tanah terus terjadi. Sedikitnya 12 rumah mengalami rusak ringan dan berat akibat pergeseran yang terus terjadi sejak Senin (20/1).
"Kondisi rumah mulai miring dan dindingnya mengalami retak-retak sehingga mau tidak mau harus dikosongkan. Ini bukan longsor lagi tapi ambles. Sebetulnya kawasan ini memang harus dikosongkan dari penduduk sejak tahun lalu," ujar Medi.
Medi mengatakan, saat ini pengungsi sangat membutuhkan bantuan makanan. Sedangkan alat tidur warga sudah membawa dari kediamannya masing-masing. "Sebagian bantuan sudah datang tapi yang paling dibutuhkan makanan cepat saji untuk asupan apra pengungsi," ujar Medi. (*)