Breaking News:

Anggaran Rp 3 M untuk Tebus Ijazah Dinilai Tak Tepat

Adanya rencana pemerintah untuk pengadaan anggaran Rp 3 miliar untuk menebus ijazah dinilai tidak tepat.

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Kisdiantoro

BANDUNG, TRIBUN - Adanya rencana pemerintah untuk pengadaan anggaran Rp 3 miliar untuk menebus ijazah dinilai Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (Format Lidik) tidak tepat. Untuk itu Format Lidik meminta rencana tersebut dibatalkan.

Menurut Ketua Format Lidik, Ketua, R Erwin, ada rencana pemerintah Kota Bandung untuk pengadaan anggaran Rp 3 miliar di APBD untuk menebus ijazah peserta didik SMA/SMK yang ijzahnya belum bisa diambil di sekolahnya masing-masing. Namun hal ini tidak tepat karena tindakan penahanan ijazah adalah pelanggaran atas UU No 20/2003 tentang Sisdiknas, UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dan KUHP.

"Penahanan ijazah itu tidak benar. Harus dilihat latar belakang kenapa siswa tidak bisa mengambil ijazahnya," katanya, Selasa (21/1).

Hal ini diharapkan juga menjadi perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung yang sudah terpilih. Dan, Kadisdik baru juga diharapkan dapat mnyusun peraturan-peratutan yang berkenaan dengan larangan pungutan-pungutan yang selama ini masih terus berlangsung tidak sesuai peraturan dan ketentuan.

"Karena pungutan ini membebani orang tua peserta didik, membebani masyarakat dan sampai saat ini masih berlangsung," katanya. (tif)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved