Breaking News:

Harga Sayuran Naik 15 Persen Akibat Cuaca Buruk

Ketua Bamus Subterminal Agribisnis Bayongbong Kabupaten Garut, Endang Solihin, mengatakan, kenaikan harga sekitar 15 persen yang dialami

GARUT, TRIBUN - Ketua Bamus Subterminal Agribisnis Bayongbong Kabupaten Garut, Endang Solihin, mengatakan, kenaikan harga sekitar 15 persen yang dialami sejumlah sayuran disebabkan cuaca buruk, bukan kesulitan transportasi. Pada musim hujan, katanya, sayuran rentan terkena hama dan penyakit tanaman.

Dari Subterminal Agribisnis Bayongbong, katanya, kol dijual seharga Rp 1.500 per kilogram. Komoditas pertanian terbanyak yang didistribusikan dari Garut ke Jabodetabek ini, katanya, mengalami sedikit penurunan harga dari normalnya Rp 2.000. Begitupun harga mentimun yang mencapai Rp 800 per kilogram.

Kenaikan harga dialami tomat yang mencapai Rp 6.000 dari normalnya Rp 3.000 per kilogram. Hal serupa dialami kentang yang berharga Rp 7.000 per kilogram. Sedangkan, harga cabai pun terus meningkat pada kisaran Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kilogram.

"Sayuran lainnya seperti kembang kol, bawang, dan sawi, tetap didistribusikan dengan lancar," kata Endang di Subterminal Agribisnis Bayongbong, Senin (20/1).  

Kabupaten Garut sebagai salah satu pemasok terbesar sayuran ke Jabodetabek, katanya, tetap bisa menyalurkannya dengan normal ke Pasar Induk Cibitung di Bekasi, Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur, Pasar Induk Tanah Tinggi di Tangerang, dan Pasar Induk Bogor.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved