Tantan: Faktor Non-Teknis Rugikan Persib
Bagi penyerang Persib Tantan, ada pelajaran penting yang bisa diambil dari kegagalan ini. Ia menuturkan, dirinya harus lebih
Penulis: Taufik Ismail | Editor: Darajat Arianto
PERSIB Bandung harus tersisih dari East Java Tournament 2013 setelah hanya bisa menjadi runner-up di grup yang digelar di madura. Maung Bandung mengumpulkan nilai tiga hasil sekali menang dan sekali kalah.
Di laga pertama, Persib bisa menang 2-1 atas Persepam Madura United. Namun di laga kedua, Persib kalah tipis 0-1 dari Persebaya Surabaya.
Bagi penyerang Persib Tantan, ada pelajaran penting yang bisa diambil dari kegagalan ini. Ia menuturkan, dirinya harus lebih menyiapkan mental kala bermain tandang.
"Kalau main di luar kandang, istilahnya bukan 11 lawan 11. Kami 11 mereka lebih dari 11. Itu yang dirasain Tantan kemarin," kata Tantan kepada Tribun di Bandara Husein Sastranegara, Sabtu (21/12) siang.
Faktor non-teknis ini menurutnya sangat merugikan Persib. Hal-hal yang merugikan ini menurutnya terjadi di dua pertandingan Persib di East Java Tournament.
"Yang kedua (melawan Persebaya) kelihatan. Dan yang pertama lawan (Persepam) Madura juga sama," ujar pemain bernomor punggung 82 ini.
Hal non-teknis yang paling terlihat terjadi adalah padamnya lampu Stadion Bangkalan. Padahal pertandingan masih menyisakan waktu beberapa menit. Dan ketika itu Persib tengah menyerang.
Karenanya, untuk menghadapi kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) ia pun akan lebih menyiapkan diri lagi. "Persiapan untuk tandang lebih ke mental," ujar pemain yang musim lalu memperkuat klub asal Palembang, Sriwijaya FC ini.
Di dua pertandingan di East Java Tournament 2013, Tantan selalu diturunkan oleh Pelatih Djadjang Nurdjaman. Saat melawan Persepam, pemain kelahiran 6 Agustus 1982 ini masuk starting eleven. Semetara melawan Persebaya, Tantan masuk untuk menggantikan Ferdinand Alfred Sinaga. (*)