Breaking News:

Orangtua Siswa Mulai Berani Keluhkan Pungutan Sekolah

Sejumlah orangtua siswa SMPN 3 Cimahi mulai berani mengungkapkan keluhan soal adanya pungutan di sekolahnya.

CIMAHI, TRIBUN - Sejumlah orangtua siswa SMPN 3 Cimahi mulai berani mengungkapkan keluhan soal adanya pungutan di sekolahnya. Ketika awal proses penerimaan siswa baru tahun ajaran 2013-2014, mereka enggan buka mulut karena khawatir berdampak pada proses belajar mengajar anak-anaknya yang menimba ilmu di sekolah itu.

Sekarang pun sekitar 12 orang tua siswa itu baru berani menyampaikannya kepada Unang (50) yang dianggapnya sebagai tokoh masyarakat di Kampung Mekar Sari, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah.

"Saya hanya menerima laporan dari 12 orang tua siswa yang mengeluhkan soal pungutan. Memang kejadiannya itu saat tahun ajaran tahun 2013 mulai, sekitar bulan Agustus lalu. Para orang tua ini tidak melapor dari dulu karena takut untuk ngomong, khawatirkan anak mereka tidak mendapat nilai dan tidak bisa masuk sekolah tersebut, jadi memilih diam. Sekarang pun masih belum mau terang-terangan, karena semester pertama saja belum selesai," kata Unang kepada wartawan, Minggu (1/12).

Menurut Unang, sesuai laporan dari 12 orang tua siswa, ketika itu sekolah meminta kepada setiap orang tua siswa baru sebesar Rp 1,2 juta untuk sumbangan pembangunan sekolah.
Namun, karena orang tua siswa merasa keberatan, akhirnya pungutan sumbangan itu diubah bentuknya menjadi sumbangan suka rela. Maka saat itu pun para orang tua dengan terpaksa menyanggupi pemberian sumbangan suka rela itu dengan besaran bervariasi, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.

Melihat kondisi tersebut, sekarang ini Unang hanya berharap agar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Cimahi untuk turun langsung mengecek dan meminta konfirmasi serta menyikapinya terkait masih adanya pungutan sumbangan sekolah negeri. Selain itu orang tua siswa juga ingin mengetahui peruntukan uang pungutan yang sudah diberikannya kepda pihak sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdikpora Kota Cimahi Eddy Junaedi mengaku akan segara melakukan pengecekan terhadap sekolah tersebut. Karena Disdikpora harus mengkroscek informasi tersebut ke pihak sekolah sebelum memberikan sanksi kepada pihak sekolah.

"Saya akan coba cek dan meminta konfirmasi kepada sekolah tersebut," ujar Eddy singkat saat dihubungi melalui ponselnya..

Sementara Kepala SMPN 3 Kota Cimahi Dra Hj Hilda Hidayati MM, saat dikonfirmasi membantah keras soal adanya tuduhan pungutan di sekolahnya. Menurutnya itu hanya sumbangan infak yang sifatnya suka rela. (ddh)

Penulis: Dedy Herdiana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved