Breaking News:

Operasi Zebra Lodaya 2013

Anggota Satlantas Pun Grogi Saat Diminta SIM

KAPOLRES Tasikmalaya Kota, AKBP Noffan Widyayoko, sempat membuat anggota Satlantas nyaris gemetaran. Seusai gelar pasukan Operasi Zebra Lodaya

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto

Oleh Firman Suryaman

KAPOLRES Tasikmalaya Kota, AKBP Noffan Widyayoko, sempat membuat anggota Satlantas nyaris gemetaran. Seusai gelar pasukan Operasi Zebra Lodaya 2013 di halaman Mapolresta, Kamis (28/11), Noffan secara spontan memeriksa SIM hampir semua anggota Satlantas, termasuk Kasatlantas dan Kaur SIM.

Satu per satu anggota Satlantas dimintai SIM oleh Kapolresta. Pemeriksaan tak terduga itu sempat membuat anggota Satlantas grogi. Namun dengan cekatan mereka merogoh dompet masing-masing dan menyerahkan SIM untuk diperiksa. Noffan pun dengan teliti membaca satu per satu masa berlaku SIM.

Tak hanya anggota, Kasatlantas AKP Mundar dan Kaur SIM Aiptu Kohar dengan kesadaran sendiri menyerahkan SIM masing-masing. Kedua pejabat Satlantas itu diketahui memiliki SIM yang lengkap dan masih berlaku. Tapi ada anggota tepergok masa berlaku SIM-nya sudah habis.

"Kenapa SIM sudah habis dibiarkan?" tanya Kapolresta. "Siap, belum sempat," jawab anggota Satlantas yang ketahuan SIM-nya habis.

"Kamu harus memberikan contoh yang baik kepada warga. Saya beri waktu kamu tiga hari," kata Kapolresta lagi. "Siap," jawab anggota tersebut.

Kapolresta kemudian melanjutkan kembali pemeriksaan. Tidak hanya kepemilikan SIM yang diperiksa, tapi juga kelengkapan surat-surat kendaraan dinas polisi, mulai sepeda motor hingga mobil. Noffan pun sempat memeriksa helm anggota Satlantas apakah memenuhi standar SNI atau tidak. Namun untuk pemeriksaan kali ini semuanya tidak ada masalah.

Setelah "merazia" anggota Satlantas, Kapolresta mengatakan, operasi zebra digelar untuk menertibkan para pengguna lalu lintas. Karena itu, sebelum menertibkan warga, polisi sebaiknya menertibkan diri sendiri dulu.  "Secara umum tadi kondisinya sudah baik dan siap melaksanakan tugas," ujarnya.

Operasi zebra yang dilakukan Polres Tasikmalaya Kota melibatkan sekitar 117 anggota kepolisian. Tidak hanya dari Satlantas, tapi juga dari satuan lain, termasuk unsur eksternal terkait, seperti Sub-Den POM Tasikmalaya. Di lapangan, tidak hanya warga yang diperiksa, tapi juga anggota TNI serta Polri.

"Kalau dalam pelaksanaan operasi kebetulan ada anggota TNI atau pun Polri yang melintas, mereka akan ditanyai surat-surat serta kelengkapan kendaraannya. Kalau tidak lengkap, akan ditilang tanpa pandang bulu. Kan ini demi ketertiban dan kedisiplinan semua," kata Noffan.

Noffan mengimbau agar warga mulai menertibkan diri sendiri saat bepergian menggunakan kendaraan bermotor. Daripada terjaring razia, kata dia, sebaiknya segera melengkapi diri dengan surat-surat serta kelengkapan kendaraan.

"Terutama bagi pengendara sepeda motor. Lengkapi sepeda motor dan surat-suratnya, termasuk SIM serta menggunakan helm ber-SNI," kata Kapolresta, seraya menambahkan, operasi akan dilaksanakan selama 14 hari dan kemudian akan berlanjut ke Operasi Lilin Lodaya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved