Breaking News:

Seni Tradisi Tonil yang Hampir Punah Diwariskan

Balai Pengelolaan Taman Budaya Jabar kembali melakukan pewarisan seni tradisional yang nyaris punah. Kali ini pewarisan dilakukan terhadap

Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Darajat Arianto

BANDUNG, TRIBUN - Balai Pengelolaan Taman Budaya (BPTB) Jabar kembali melakukan pewarisan seni tradisional yang nyaris punah. Kali ini pewarisan dilakukan terhadap seni tradisional tonil asal Kabupaten Purwakarta. Karena ternyata kesenian yang hampir punah itu masih digarap oleh Lingkung Seni Aneka Sari Kabupaten Purwakarta, Pimpinan Heri Ahmad Kosasih, meskipun sudah jarang mendapat kesempatan pentas.

Sesuai rilis yang diterima Tribun, Senin (18/11), proses pewarisan itu sudah memasuki tahap evaluasi hasil pewarisannya yang pergelarannya dilaksanakan di Desa Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Minggu (17/11) malam. Pergelarannya berlangsung sekitar 2,5 jam dengan menampilkan judul Obsesi Dedemit.

Pertunjukan tonil yang seperti sandiwara atau teater lengkap dengan kemasan komedi itu berhasil menarik ratusan warga untuk menyaksikannya. Warga antusias karena tonil itu menceritakan tentang kondisi pembangunan yang kerap tidak memperhatikan lingkungan. Mulai dari banyak lahan yang berubah menjadi mal hingga soal sikap seorang anak yang sudah melupakan orangtuanya. Sehingga dalam pementasan itu selain menyuguhkan hiburan yang mampu membuat penonton tertawa, juga terdapat unsur pendidikan dan kritikan yang membangun.

"Tonil berasal dari bahasa Belanda, tooneel artinya sandiwara. Dan tonil merupakan salah satu jenis kesenian dari cabang seni teater, yang tumbuh dan berkembang pada masa penjajahan Belanda serta menjadi ajang kalangenan atau sarana hiburan bagi masyarakat pada saat itu. Dulu tonil suka dipentaskan di Braga Bandung," ujar Kepala Disparbud Jabar, Drs Nunung Sobari MM dalam sambutannya.

Diakui Nunung, seni tonil ini  nyaris pudar dan kurang dikenal lagi oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Untuk mempertahankan eksistensi seni tradisi khususnya di Jawa Barat dan dalam merealisasikan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Kesenian, maka Disparbud Jabar melalui BTB dalam setiap tahunnya menyelenggarakan program pengelolaan kekayaan dan keragaman budaya sebagai upaya pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan seni budaya daerah.

"Program ini diselenggarakan secara bertahap dan berkesinambungan, salah satunya adalah kegiatan pewarisan seni tradisional yaitu transformasi keterampilan atau keahliannya, melalui pelatihan yang diajarkan oleh pelaku seni kepada lingkungan keluarganya maupun masyarakat umum, dengan tujuan untuk regenerasi agar kesenian tradisi di Jawa Barat dapat tetap tumbuh dan berkembang," paparnya.

Dalam pertunjukan yang juga dihadiri oleh Sekda Kabupaten Purwakarta dan Kepala Disparbuhubdpostel Puwakarta itu, Nunung juga dalam sambutannya mengatakan bahwa seni tradisional tonil itu adalah salah satu dari 7 jenis kesenian yang mendapat program Pewarisan Seni Tradisional di Jawa Barat tahun 2013. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved