Breaking News:

Penetapan UMK 1,57 Tidak Libatkan Pengusaha

Penetapan Upah Minimum Kabupaten Subang senilai Rp 1,57 juta dinilai tidak transparan karena tanpa

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Januar Pribadi Hamel

SUBANG,TRIBUN - Penetapan Upah Minimum Kabupaten Subang senilai Rp 1,57 juta dinilai  tidak transparan karena tanpa melibatkan  kalangan pengusaha.

Saat pembahasan UMK, Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Subang telah menetapkan UMK Subang sebesar Rp 1,37 juta. Namun Bupati Subang Ojang Sohandi dengan didesak massa buruh menetapkan UMK tidak sesuai dengan keputusan Depekab, yakni Rp 1,57 juta.

"Bupati tidak transparan saat menetapkan UMK. Depekab telah putuskan UMK namun bupati merekomendasikan nilai UMK di luar keputusan Depekab. Kami sudah berusaha untuk merundingkan nilai itu dengan bupati, tapi bupati tidak pernah menerima kami untuk bahas UMK ini," ujar Vice President PT Daenong Global, Shin Eou Kyo kepada Tribun di Subang, Minggu (11/7).

Pengusaha sendiri sebenarnya menyepakati keputusan Depekab yang menetapkan UMK Subang sebesar Rp 1,35 juta.  Dalam rapat penetapan upah pengusaha diwakili oleh Apindo Subang.

"Sebenarnya dengan UMK Rp 1,35 juta itu masih tinggi, tapi kami masih sanggup. Di lain hal, kami menghargai dan menghormati keputusan Depekab saat itu," katanya.

Ia dan sejumlah pengusaha asal Korea Selatan yang mendirikan perusahaannya di Subang, belum memastikan akan melakukan penangguhan UMK sebagaimana diamanatkan undang-undang. "Kami akan coba berunding kembali dengan Pemkab Subang," katanya. (men)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved