Breaking News:

SMK Lodaya Badak Diserang Massa

Penyerangan itu diduga buntut dari kematian empat siswa SMKN 1 Cibadak lantaran menghindari tawuran antara SMK Lodaya

Penulis: cis
Editor: Machmud Mubarok

SUKABUMI, TRIBUN - SMK Lodaya Cibadak di Kabupaten Sukabumi diserang sejumlah pemuda, Sabtu (16/11). Penyerangan itu diduga buntut dari kematian empat siswa SMKN 1 Cibadak lantaran menghindari tawuran antara SMK Lodaya Cibadak dengan SMK tersebut beberapa waktu lalu.

Berdasakan informasi yang dihimpun Tribun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja sejumlah fasilitas SMK Lodaya yang berlokasi di Kampung Lodaya, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak itu mengalami kerusakan.

Kapolres Sukabumi, AKBP Asep Edi Suheri, mengatakan, aksi penyerangan dan perusakan itu terjadi sekitar pukul 14.00. Kejadian itu bermula ketika ratusan alumni dan siswa SMKN 1 Cibadak menggelar aksi solidaritas di sekolahnya.

Lantas, aksi solidaritas itu dilanjutkan di lokasi penemuan empat jenazah siswa untuk menabur bunga. Para alumnus dan siswa SMKN 1 Cibadak berjalan kaki ke lokasi penemuan mayat.

"Akibat terprovokasi tiba-tiba sebagian dari mereka langsung menyerang SMK Lodaya yang jaraknya hanya 500 meter dari Sungai Cimahi (Lokasi penemuan jenazah. Red)," kata Edi ketika dihubung Tribun melalui ponselnya, Sabtu (16/11).

Dikatakan Edi, pihaknya menurunkan dua SSK Dalmas, dua SSK Brimob Polda Jabar dan dibantu aparat TNI untuk mengamankan peristiwa tersebut. Dikhawatirkan terjadi penyerangan susulan atau balasan meski kondisi sudah berangsur aman dan kondusif.

"Kami sudah mempertemukan dua kepala sekolah masing-masing sekolah. Besok akan ada pertemuan antarkeduanya sekaligus perwakilan dari siswa," kata Edi.

Terkait dengan kerugan akibat penyerangan, Edi menyebut belum bisa menaksirnya. Hanya saja ia membenarkan sebagian bangunan mengalami rusak akibat penyerangan tersebut.

"Kaca-kaca pecah, alat elektronik rusak, dan kerusakan lainnya. Kalau yang terbakar, hanya kursi saja bukan bangunan yang terbakar," kata Edi.

Edi menambahkan, jajaran pemerintah Kabupaten Sukabumi dan unsur Muspida Kabupaten Sukabumi pun turut meninjau di lapangan untuk meninjau dan melihat kondisi yang terjadi. Selain itu untuk melakukan kordinas dan pertemuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Sejauh ini belum ada penetapan tersangka terkait dengan perusakan ini. Tim kami masih melakukan identifikasi dan penyelidikan," katanya. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved