Perdagangan Manusia

Tujuh Wanita Nyaris Dijual ke Malaysia

Dua anak di bawah umur dan 5 wanita dewasa nyaris dijual ke Malaysia. Polisi mengamankan Romli (35), warga asal Pakenjeng, Kabupaten Garut

Tujuh Wanita Nyaris Dijual ke Malaysia
Agung Yulianto
ILUSTRASI korban trafficking

BANDUNG, TRIBUN - Dua anak di bawah umur dan 5 wanita dewasa nyaris dijual ke Malaysia. Polisi mengamankan Romli (35), warga asal Pakenjeng, Kabupaten Garut yang kedapatan hendak menjual ketujuh wanita tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, AKP Surianingsih mengatakan, Kepolisian  mendapatkan informasi adanya dugaan kasus perdagangan orang atau traficking di wilayah hukum Polrestabes Bandung.

Modus operandi yang digunakan oleh Romli adalah mengimi-imingi para korbannya untuk menjadi pekerja di Malaysia. Mereka dijanjikan bayaran 500 ringgit atau sekitar Rp 18 juta dengan kurs 1 Ringgit senilai Rp 3600.

"Mulanya, Oktober 2013 lalu tersangka membuka salah satu situs yang membuka lowongan agen pembantu rumah tangga di negara Malaysia. Dari situ, tersangka melakukan kontak dengan seseorang bernama Ina Jevon salah agen pembantu," ujar Yudo di Mapolrestabes Bandung, Jumat (15/11).

Kasat Reskrim menyebutkan, jajaran anggota Polsekta Sumur Bandung menurunkan timnya dan berhasil mengamankan Romli dengan tujuh wanita yang diduga hendak dijual di daerah Jalan Tamblong, Bandung pada 9 November lalu. Ketujuh korban wanita tersebut diketahui asal Sukabumi, Majalaya, Nagreg dan Cipeundeuy.

Romli diarahkan oleh Ina Jevon untuk datang ke Kota Bandung dan akan mengambil tenaga kerja Indonesia yang akan dijadikan pembantu rumah tangga. Romli dan Ina sepakat akan bertemu di salah satu hotel di jalan Braga.

"Dari satu wanita yang akan dijadikan pembantu rumah tangga, tersangka dijanjikan akan mendapat jasa uang sebesar Rp 5 juta," ujar Kasat Reskrim.

Saat ini Kepolisian masih menyelidiki ada tidaknya keterlibatan orang asing. Dari tangan Romli, Kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa 7 lembar surat tanda terima SPRI dari Kantor Imigrasi Kota Bandung, 7 lembar hasil Pemeriksaan Radiologi, dan 1 unit mobil Daihatsu Zebra.

Romli dijerat Pasal 2 ayat 1 dan pasal 6 UURI No 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang. Ia terancam hukuman 15 tahun penjara.  (*)

Penulis: Dicky Fadiar Djuhud
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved