Breaking News:

Pembuatan IMB di Cimahi Dinilai Belum Efisien

Bahkan tak sedikit ajuan IMB masyarakat yang sudah masuk tidak kunjung selesai dalam hitungan tahun.

CIMAHI, TRIBUN - Kinerja pembuatan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Pemerintah Kota Cimahi menuai kritikan anggota legislatif. Karena selama ini untuk memperoleh IMB itu masyarakat harus menyertakan gambar bangunan sesuai spesifikasi sebagai salah satu syaratnya. Bahkan tak sedikit ajuan IMB masyarakat yang sudah masuk tidak kunjung selesai dalam hitungan tahun. Hal itu diungkapkan Nurhasan, anggota Komisi II DPRD Kota Cimahi kepada wartawan di kantornya, Kamis (14/11).

"Karena prosesnya seperti itu, banyak warga yang mengadu merasa kesulitan, hingga akhirnya banyak warga yang memilih membangun rumahnya tanpa diserta IMB lebih dulu," ujar Nurhasan sambil mencoba merunutkan informasi yang diterimanya soal IMB.

Di lapangan, lanjur Nurhasan, masyarakat awam masih banyak yang belum paham soal gambar spesifikasi rumah yang akan dibuatnya. Untuk itu, seharusnya pemerintah memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat agar persyaratan itu benar-benar dipahami dan masyarakat tidak menganggap sebagai persoalan baru dalam upayanya memenuhi kebutuhan papan itu.

Menurut dia, harusnya eksekutif aktif menyosialisasikan sehingga warga yang hendak melakukan kepengurusan dapat lebih mudah. Sehingga tidak menimbulkan kesan rumit, sulit dan akhirnya warga malas berurusan dengan pembuatan surat izin.

"Paling tidak, persyaratan yang cukup memberatkan dapat diminimalisasi dengan pertimbangan baru. Jangan semua yang mengajukan disamaratakan dengan pengajuan dari pelaku usaha," katanya.

Kemudian masalah lambatnya proses ajuan IMB yang sudah masuk, dikatakan Nurhasan seharusnya hal itu tidak lagi terjadi. Karena berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 37/2003 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) disebutkan bahwa waktu pembuatan ijin hingga proses penyelesaian berlangsung selama tiga puluh hari kerja. Tapi sampai sekarang ini masih banyak yang tidak sesuai aturan itu.

"Karenanya kami juga menyoroti soal itu dan sangat menyayangkan kenapa masalah seperti ini masih terjadi," ungkapnya.

Selain itu ditambahkan Nurhasan, dalam melihat proses pembuatan IMB masih belum adanya sinergitas yang baik antara dua instansi di Pemkot Cimahi yang mengurusi soal IMB itu. Karena untuk pengajuan ijinnya diurus Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT), sedangkan bidang bangunannya di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum.

"Seandainya dua lembaga eksekutif itu sudah bernergi dengan baik, tentu layanan pun akan makin efisien, mudah dan tidak membuat rumit warga. Maka kami berharap ada bagian khusus di eksekutif dalam proses penyelesaiannya. Jangan seperti sekarang sinergitas kedua instansi itu pun seolah tidak berjalan bersama," katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Cimahi Endang Hidayat mengakui, persyaratan gambar bangunan yang harus sesuai dengan spesifikasi teknis memang menjadi salah satu yang wajib dipenuhi pemohon. Hal itu diberlakukan setidaknya untuk meminimalisasi penyalahgunaan izin, karena biasanya ada yang pengajuannya IMB untuk rumah tinggal ternyata pada realisasinya juga digunakan untuk berjualan yang bisa saja mengganggu lingkungan sekitarnya.

"Kami juga telah melakukan sosialisasi agar hal tersebut dipahami dan izin yang diproses sesuai dengan spesifikasi termasuk sejauh mana perencanaan terhadap realisasi di lapangan," jelasnya.

Sedangkan terkait adanya beberapa pemohon yang hingga kini masih dalam proses, dikatakan Endang bukan berarti didiamkan hingga beberapa tahun seperti yang dinyatakan anggota legislatif, namun pihaknya harus melakukan koordinasi dengan instansi lain dalam hal ini PU terkait persyaratannya.

"Kalau tidak sesuai, kami akan meminta pemohon agar dapat memenuhinya. Jadi wajar jika ada beberapa yang mengajukan belum tuntas," katanya. (ddh)

Penulis: Dedy Herdiana
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved