Breaking News:

Asia Bakal Krisis Kelapa

Negara-negara di kawasan Asia diperkirakan bakal menghadapi krisis pasokan kelapa.

Editor: swo

BANGKOK, TRIBUN - Negara-negara di kawasan Asia diperkirakan bakal menghadapi krisis pasokan kelapa menyusul makin tidak produktifnya pohon kelapa di kawasan ini. Panen kelapa kemungkinan tak bakal mampu memenuhi kebutuhan yang cukup besar.

Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyatakan, banyak pohon kelapa di kawasan Asia yang telah berusia 50-60 tahun dan tidak memberikan hasil maksimal, di tengah tingginya permintaan. Untuk itu, lembaga tersebut mendesak dilakukannya penanaman kembali pohon kelapa di berbagai negara Asia.

"Saat ini mendesak untuk dilakukan replanting pohon kelapa. Ketika konsumsi global tumbuh lebih dari 10 persen setahun, produksi hanya tumbuh 2 persen," ujar perwakilan FAO untuk kawasan Asia dan Pasifik sebagaimana dikutip pada Senin (4/11).

Sejauh ini, produksi kelapa menjadi penggerak perekonomian masyarakat desa di kawasan Asia Pasifik dan memenuhi 85 persen kebutuhan global. Kelapa menjadi bahan baku untuk makanan, kosmetik, hingga bahan bakar.

Di Filipina, di antara tiga petani terbesar penanam kelapa, seperlima di antaranya tergantung pada tanaman ini. Sementara itu, sebuah organisasi meminta agar panen dapat ditingkatkan guna menopang perekonomian jutaan petani kecil di kawasan Asia Pasifik.

“Saat ini kami hanya memiliki tanaman kelapa yang tua," ujar Yvonne Agustin, Direktur Eksekutif Organisasi Pengusaha Kelapa FIlipina. Menurutnya, pemerintah negaranya menyadari pentingnya program penanaman kembali.

Kelapa menjadi trademark negara-negara tropis di kawasan Asia Pasifik, di mana pohon tumbuh tinggi dan ramping. Sekitar 50 tahun lalu, produksi kelapa mencapai titik tertingginya. Namun, untuk saat ini hanya sekitar 40 buah per pohon per tahun. Adapun potensi produksi kelapa mencapai 75-150 buah per pohon per tahun.

India merupakan produsen kelapa terbesar di dunia dengan hasil mencapai 17 miliar buah pada tahun lalu. Sementara itu, Indonesia berada di urutan kedua dengan produksi mencapai 15,4 miliar kelapa, dan ketiga Filipina dengan produksi 15,2 miliar buah kelapa pada tahun lalu.

Secara global, area tanam kelapa mencapai sekitar 12,3 juta hektar dan mampu memproduksi 64,3 miliar buah kelapa.(kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved