Breaking News:

Emil Wajibkan Mall dan Hotel Buat Taman di Atap

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil seperti tak pernah kapok menggulirkan program walau program sebelumnya tidak membuahkan hasil

BANDUNG, TRIBUN - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil seperti tak pernah kapok menggulirkan program walau program sebelumnya tidak membuahkan hasil yang menggembirakan. Program yang kurang mendapat dukungan masyarakat itu di antaranya pemasangan spanduk larangan memberi sedekah kepada pengemis di perempatan, sudah banyak yang menghilang.

Program yang kini digagas Emil, panggilan Ridwan Kamil, mewajibkan mall, hotel, dan gedung bertingkat membuat taman di atap. Emil juga berencana memberikan fasilitas untuk buruh di antara asuransi kesehatan, perumahan, bea siswa anak buruh, dan bus malam untuk buruh perempuan.

Progran tanaman di atas gedung disambut Forum Arsitektur Bandung (FAB). Sekretaris FAB Mino Mustari mengatakan jika wali kota tak mewajibkan warga menanam pohon maka suhu udara di Kota Bandung lima tahun mendatang akan mencapai 38 derajat celcius.

"Suhu udara saat ini di Kota Bandung di siang hari sudah 32 derajat selsius," ujar Mino.

Mino mengatakan, FAB akan mensosialisasikan menanam pohon di atas gedung kepada para pengusaha pemilik gedung bertingkat, perkantoran, sekolah dan akhirnya pemukiman .

"Tahap awal, lima mall membangun taman di atas gedung di antaranya Paris Van Java," ujar Mino.

Emil akan membuat Perda tentang kewajiban gedung membangun taman."Taman di atas Gedung bisa menambah ruang terbuka hijau (RTH) yang saat ini masih kurang," ujar Emil.

Undang-undang mewajibkan RTH di sebuah kota harus 30 persen dari luas wilayah sedangkan Kota Bandung sampai saat ini baru memiliki tujuh persen.

Emil juga mempunyai rencana mengalokasikan dana untuk buruh di antaranya dana kesehatan, asuransi, perumahan, bea siswa anak buruh sampai bus malam untuk buruh wanita.

"Kaum buruh selama ini kesulitan berobat, biaya sekolah, biaya kontrak rumah sampai kesulitan angkutan malam hari," ujar Emil.

Menurut Emil, anggaran untuk buruh diusulkan di APBD Kota Bandung tahun 2014. Sedangkan untuk angkutan buruh wanita malam hari akan memanfaatkan bus sekolah. "Bus sekolah dipakai pagi sampai sore, nach malam hari daripada nganggur leboh baik untuk buruh wanita agar tak rawan tidak kejahatan," ujar Emil.

Emil mengatakan, bus malam untuk buruh wanita masih direncanakan sehingga belum ada rute dan caranya apakah gratis atau harus bayar. (Tsm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved