Breaking News:

Anak-anak Disabilitas Suarakan, Aku Bisa Kok

Sebanyak seratusan anak disabilitas se-Kota Cimahi mengikuti terapi bersama dalam acara yang digelar Save The Children

Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Kisdiantoro

CIMAHI, TRIBUN - Sebanyak seratusan anak disabilitas se-Kota Cimahi mengikuti terapi bersama dalam acara yang digelar Save The Children bekerja sama dengan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Cimahi dan Dinas Sosial Kota Cimahi serta didukung IKEA Foundation, di Cimahi Convention Hall (CCH) Kamis (31/10).

Anak-anak yang ikut terapi dalam acara Sarasehan dan Klinik untuk Anak dengan Disabilitas itu menjalani berbagai kegiatan berupa permainan yang mendidik, seperti susun balok, melukis, puzzle, mewarnai dan menggambar yang semuanya untuk meingkatkan pengetahuan dan keterampilan. Seiring dengan temanya 'Anak Disabilitas Suarakan Aku Bida Koq', mereka pun terlihat senang dan penuh semangat.

Salah seorang anak dengan disabilitas, Rida Nuraini (9) yang sekarang ini bersekolah di SLB Margaasih kelas 3, namun sudah setahun tidak mau sekolah, tampak senang menikmati permainan susun balok. Menurut orang tuanya, Nurlela (50), Rida merupakan anak kedua dari dua bersaudara yang selalu hiperaktif dan gampang marah itu menderita sulit bicara secara jelas dan tidak pernah fokus untuk belajar, sehingga harus selalu didampingi setiap hari.

"Wah rewel sekali anak saya ini. Kalau maunya tidak diwujudkan selalu gampang marah. Karenanya setiap hari selalu ada di rumah. Dan sudah setahun ini tidak mau sekolah, kalau diberi buku selalu dirobek," ujar Nurlela saat ditemui Tribun di sela-sela kesibukan mengawasi anaknya, seraya mengaku kerap kebingungan dalam merawat atau mengajak main anak bungsunya itu.

Nurlela yang tergolong keluarga kurang mampu itu pun sangat berharap kegiatan seperti ini tidak hanya sekali, agar dia bisa mengajak anaknya bermain sekaligus konsultasi gratis.

"Ini baru sekali saya diundang ke acara seperti ini. Saya diundang oleh pihak dari kelurahan Melong," kata Nurlela yang tinggal di RT 05, RW 06, Sukamju -Melong, Cimahi Selatan.

Harapan serupa juga dikatakan Iroh Rohaeti (45), orang tua dari Rinawati Rahayu (10) yang juga sebagai anak dengan disabilitas. Iroh yang dikaruniai anak dengan kekurangan tidak bisa mendengar dan tidak bisa bicara sejak kecil itu mengaku kondisi keluarganya serba kekurangan. Untuk biaya sekolah anaknya yang hanya harus bayar Rp 50 ribu perbulan sudah merasa keberatan.

"Bayaran saja Rp 50 ribu perbulan. Belum lagi ditambah ongkos pulang pergi dari rumah menuju sekolah sebesar Rp 10 ribu. Memang biaya sekolah lumayan berat," aku ibu yang tinggal di RT 01/25 Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara.

Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Cimahi itu ditujukan untuk memperkuat pengetahuan dan pemahaman keluarga tentang Pola Pengasuhan Anak Berbasis Keluarga, Tumbuh Kembang Anak, Terapi Wilcara, Okupasi Terapi serta Fisioterapi itu merupakan bagian dari program fasilitasi pengasuhan anak dengan disabilitas berbasis keluarga. Dalam kegiatan itu anak-anak dengan disabilitas dipacu semangatnya untuk menunjukan kemampuannya, berkembang dan berkarya. Kegiatan tersebut digelar sekaligus untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Ricardo Caivano, Country Director Save The Children Indonesia mengatakan, kerjasama yang dibangun antara masyarakat, pemerintah dan dukungan dari IKEA Foundation telah memfasilitasi lebih dari 217 kader dari 3 kecamatan di Kota Cimahi yang telah berperan aktif dalam program pengembangan untuk pola pengasuhan yang menunjang perkembangan anak-anak dengan disabilitas. (ddh)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved