Selasa, 14 April 2026

Pembuat Film Kartun Keluarga Somat Hadir di BIAF 2013

Yang menjadi kendala utama dalam proses pengerjaannya. Pengiriman bahan sering delay

Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Kisdiantoro

SEBAGIAN anak-anak yang libur pada hari Sabtu, tentu sudah kenal dengan film kartun yang satu ini. Karena film kartun yang berjudul Keluarga Somat ini sudah menyapa keluarga di Indonesia melalui salah satu stasiun televisi swasta setiap Sabtu pagi sejak awal Juni lalu.

Nah bagi yang ingin tahu lebih banyak soal pembuatannya, kini kelompok pembuat animasinya yang bernama Dreamtoon hadir di acara Baros International Animation Festival 2013 (BIAF 2013). Acara yang digelar di Simply Valore Hotel-The Edge Block, Baros, Cimahi itu berlangsung sejak 23-26 Oktober 2013.

Menurut pengakuan Yusef, selaku IT Support Dreamtoon Baros, proses pembuatan film kartun Keluarga Somat itu cukup lama. Pasalnya Dreamtoon itu memiliki lokasi kerja di tiga tempat yakni Baros, Ungaran dan Jakarta. Untuk proses pengerjaan animasi Keluarga Somat itu, Dreamtoon Baros harus menunggu bahan-bahan cerita atau script dari Dreamtoon Jakarta dan pada prosesnya banyak mengalami keterlambatan pengiriman bahan.

"Yang menjadi kendala utama dalam proses pengerjaannya. Pengiriman bahan sering delay," ujart Yusef saat ditemui Tribun di stand-nya, Kamis (24/10).

Padahal diakui Yusef, film kartun Keluarga Somat merupakan produk film pertamanya yang dibuat Dreamtoon Baros sejak mulai berdiri pada 2012 lalu. Kendati demikian, dia menilai itu merupakan pengalaman pertamannya yang diharapkannya pada pembuatan sesi berikutnya sebagai lanjutan Keluarga Somat, proses pembuatannya akan lebih baik lagi.

"Untuk sesi pertama yang sekarang sudah tayang di televisi nasional itu, kami sudah membuat 26 episode," ungkapnya.

Film Keluarga Somat itu ditambahkan Yusef merupakan film keluarga yang menceritakan soal keluarga Indonesia yang tinggal dalam suatu kampung dengan warganya yang beragam suku. Namun sayangnya, film kartun Keluarga Somat yang ditayangkan bersamaan dengan film dua kartun lainnya, Nina Sahabatku dan Pendekar Lalat Samunfly dan ditujukan untuk anak-anak itu kurang menonjolkan sosok anak-anaknya. Padahal dalam film kartun itu ada dua anak Pak Somat yang bernama Dudung dan Ninung, tapi film itu mengambil judul Keluarga Somat. (ddh)

Baca berita selengkapnya di edisi cetak.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved