Kuliner
Ramyom Plus Rempah Khas Korea, Mau?
SIAPA yang tidak menyukai mi? Dari sekian banyak makanan populer di seluruh dunia, tentu kita tidak bisa melupakan hidangan yang satu ini.
Penulis: Isa Rian Fadilah | Editor: Kisdiantoro
SIAPA yang tidak menyukai mi? Dari sekian banyak makanan populer di seluruh dunia, tentu kita tidak bisa melupakan hidangan yang satu ini.
Mi merupakan adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan dan dimasak dalam air mendidih. Umumnya, mi terbuat dari bahan berupa tepung. Asal usul mi sendiri masih diperdebatkan sampai saat ini meski tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur antara tahun 25 dan 220 Masehi.
Meski disukai oleh hampir seluruh penduduk dunia, mi paling banyak dikonsumsi oleh penduduk Asia. Tak heran, berbagai varian mi asal negara-negara Asia merupakan yang paling terkenal dan diakui kelezatannya.
Selain ramen yang telah mendunia, benua Asia juga memiliki aneka sajian mi lain yang tentunya menggoda selera. Salah satu yang sedang naik daun adalah ramyun atau ramyon yang berasal dari Korea.
Ramyon sebenarnya hampir mirip dengan ramen. Namun ramyon menggunakan bumbu-bumbu atau rempah khas Korea yang memiliki cita rasa tersendiri.
Hidangan ramyon ini salah satunya bisa didapatkan di Bulgogi Korean Food Straits Kitchen yang terletk di Trans Studio Mall Bandung. Di sini, anda dapat menikmati salah satu variasi ramyon yang bernama beef ramyon chigae.
Menurut chef Budi Siswanto, beef ramyon chigae memadukan shomen atau mi putih ala Korea dengan berbagai topping seperti potongan daging sapi dan sayuran berupa taoge, wortel dan saosin. Selain itu, ditambahkan juga telur dalam proses pembuatannya.
Untuk bumbunya, chef Budi menggunakan kaldu ayam, merica, gula pasir, kecap asin, bubuk cabai dan rempah khas Korea, gochujang. "Awalnya kita rebus dulu bumbu-bumbu baru masukin toppingnya. Ketika sudah mendidih baru telur dimasukan," ucapnya.
Beef ramyun chigae memiliki cita rasa agak pedas khas masakan Korea pada umumnya. Meski begitu, rasa gurih juga cukup terasa pada kuahnya. Menu ini ditawarkan dengan harga Rp. 38.000.
Sajian mi lain yang menggoda adalah vietnam noodle. Menu ini terkenal akan rasanya yang pedas dan enak.
Umumnya, sajian ini terdiri dari potongan daging sapi, mi serta kuah kaldu yang gurih pedas. Kuahnya juga ditambahkan berbagai rempah seperti lada, garam, serta bawang-bawangan.
Vietnam noodle ini bisa ditemui di Grand Royal Panghegar Hotel dalam paket Grande Asian Dinner Buffet. Di sini, anda dapat meracik sendiri mi vietnam sesuai selera masing-masing.
Mi yang digunakan adalah mi telur yang lembut. Selain potongan daging sapi, terdapat juga potongan jamur yang disediakan sebagai topping mi vietnam ini. Cita rasa pedas dapat dinikmati dari penggunaan saus cabe. Dalam paket berkonsep all you can eat ini anda dapat menikmati berbagai hidangan khas tujuh negara Asia yaitu India, Indonesia, Korea, Vietnam, Jepang, Malaysia dan Singapura sepuasnya dengan harga Rp. 125.000++.
Sebagai salah satu negara di Asia, Indonesia sendiri memiliki berbagai varian mi yang melegenda. Salah satunya adalah mi tek-tek. Hidangan ini merupakan hidangan favorit berbagai kalangan, tua maupun muda.
Bagi para pecinta mi tek-tek, harus mencoba menu mie tek-tek yang ditawarkan Verona Palace Hotel. Hidangan yang biasa dijajajakan di warung pinggir jalan terasa berbeda dengan sentuhan ala hotel.
Chef Verona Palace, Uud Hidayat mengatakan mie tek-tek kreasinya masih menggunakan bumbu dasar ala mi tek-tek pada umumnya. Mi telur dijadikan bahan utama dengan tambahan ayam, caysim serta rempah-rempah untuk menguatkan rasa.
"Tak lupa ditambahkan cabe rawit untuk rasa pedas. Pedasnya sendiri bisa direquest sesuai selera," ucapnya.
Mie tek-tek disajikan dengan kecap dan chili sauce. Kelezatan mie tek-tek ini bisa dinikmati dengan harga Rp. 17.000++. (dd)